SUKABUMIUPDATE.com – Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah pedagang di Pasar Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat seiring kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama daging ayam potong.
Salah seorang pedagang ayam potong, Saepul Yudha Pratama, mengaku harga ayam terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Jika pada tahun lalu harga ayam potong masih berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram, saat ini telah mencapai Rp45 ribu per kilogram.
“Biasanya menjelang Ramadan penjualan justru meningkat. Tahun kemarin harga masih Rp 42 ribu per kilo, sekarang sudah Rp 45 ribu. Tapi pembeli malah berkurang,” ujar Saepul kepada Sukabumiupdate.com, Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Jelang Ramadan, Curug Nangsi di Pajampangan Cocok Jadi Lokasi Papajar Bernuansa Alam
Ia menyebutkan, kenaikan harga dari tingkat kandang terjadi secara bertahap dalam 10 hari terakhir menjelang Ramadan. Setiap hari harga naik sekitar Rp2 ribu hingga total kenaikan mencapai Rp8 ribu hingga saat ini.
Kenaikan harga tersebut berdampak pada turunnya volume penjualan. Jika biasanya ia mampu menjual hingga tiga kuintal ayam per hari, kini penjualan hanya mencapai sekitar dua kuintal.
“Biasanya bisa habis tiga kuintal, sekarang paling dua kuintal. Pembeli yang tadinya mau beli dua sampai tiga kilo, sekarang jadi satu kilo saja,” ungkapnya.
Tak hanya ayam potong, sejumlah komoditas lain di Pasar Surade juga mengalami kenaikan harga. Ikan mas kini dijual Rp47 ribu per kilogram, ikan nila Rp40 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp33 ribu per kilogram. “Semua harga naik di Pasar Surade. Ini dampaknya dari MBG, jadi harga kebutuhan ikut naik,” tambah Saepul.
Baca Juga: Beckham Putra Dipastikan Siap Tampil saat Persib Hadapi Ratchaburi FC di Leg Kedua ACL Two
Sementara itu, salah satu konsumen, Farida (40), mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan atau Lebaran memang kerap terjadi setiap tahun. Namun, menurutnya, kenaikan kali ini terasa lebih sering dan terjadi hampir setiap minggu.
“Biasanya memang naik, tapi masih wajar. Sekarang hampir tiap minggu naik. Kemarin masih beli ayam Rp 42 ribu per kilo, sekarang sudah Rp 45 ribu,” kata Farida.
Ia juga menuturkan bahwa harga ayam karkas mengalami kenaikan cukup signifikan. Awalnya ia membeli dengan harga Rp28 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp30 ribu, dan kini mencapai Rp34 ribu per kilogram.
Farida menduga sejumlah faktor, termasuk kebijakan dan distribusi, turut memengaruhi lonjakan harga di tingkat pasar. “Kemungkinan MBG juga bisa jadi mempengaruhi harga kebutuhan jadi naik, imbasnya harga di pasar ikut naik,” pungkasnya.
Para pedagang berharap adanya langkah pengendalian harga agar daya beli masyarakat kembali stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Editor : Asep Awaludin