SUKABUMIUPDATE.com - Berdasarkan Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adanya potensi terkait pergerakan masyarakat di momen mudik Idul Fitri 1447 H atau lebaran 2026 yang diperkirakan mendekati angka 143,9juta orang atau 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Namun jumlah tersebut menurun 1,75 persen dibanding pada tahun lalu.
Menhub Dudy menyebutkan, angka ini menurun 1,75% dibandingkan hasil survei Angkutan Lebaran Tahun 2025 sekitar 146 juta orang.
"Namun dalam realisasinya, jumlah pergerakan pada Tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka yang diperkirakan dalam survei," tutur Menhub Dudy, dikutip dalam keterangan.
Perputaran Uang di Mudik Lebaran
Mengutip Tempo.co, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan adapun 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata per keluarga empat orang. Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.125.000 naik 10 persen dari tahun 2025 lalu sebesar Rp 3,75 juta, maka potensi perputaran uang Rp 4.125.000 x 35.975.000 KK sebesar Rp 148.396.875.000.000 naik sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya. Namun angka perputaran uang ini berpotensi naik.
Baca Juga: Bupati Sukabumi: Retribusi Baru dan Imbau Pariwisata Aman-Menyenangkan di Libur Idul Fitri 1447 H
Hitungan ini diangka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp 161.887.500.000.000 dengan asumsi rata rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4.500.000. Uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya.
Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan BBM, servis kendaraan, serta oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman, kemudian baju baru untuk keluarga dan peralatan sholat, THR untuk kerabat dan keluarga, hampers untuk tetangga dan sahabat, aneka makanan dan minuman khas lebaran untuk menyambut tamu, kebutuhan rumah tangga umumnya bahan pokok pangan seperi daging, ayam, buah dll serta zakat fitrah dan sedekah.
Artinya, perputaran uang hampir menyasar kesemua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idul Fitri 1447. Selama di kampung halaman uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata, berbagai pedagang UMKM akan menikmati peningkatan omzet seperti pedagang makanan/minuman, souvenir, penjual makanan khas daerah dan penjual batik/kain khas daerah serta pusat kuliner diberbagai daerah.
Baca Juga: 6 Manfaat Infused Water Untuk Kesehatan Bisa Untuk Diet dan Turunkan Kolesterol
Untuk kelancaran masyarakat mendapatkan uang tunai, Bank Indonesia telah menyediakan sebesar Rp 185,6 triliun. Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10-15 persen menjadi momentum untuk meggerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4 – 5,5 persen. Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I dimana ada momentum liburan Nataru di awal bulan Januari, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar 9 triliun dan Idul Fitri 1447 H maka sangat optimistis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target.
Terpenting, Pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026. Hal itu agar masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing. Ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geo politik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam Negeri.
Editor : Ikbal Juliansyah