Sukabumi Update

MBG Dikurangi Jadi 5 Kali Sepekan, Pemerintah Hemat Rp 20 Triliun Di Tengah Krisis

Ilustrasi menu MBG. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Makan Bergizi Gratis sebagai program unggulan Prabowo Subianto ikut kena langkah penghematan pemerintah di tengah krisis global di Timur Tengah. Pemerintah resmi memutuskan mengatur ulang skema pelaksanaan program MBG menjadi lima hari dalam sepekan, sebelumnya pembagian MBG di sebagian lokasi dilakukan selama enam hari sepekan.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyikapi langkah hemat anggaran pemerintah di tengah krisis. Airlangga menegaskan kebijakan tersebut diambil untuk memastikan program tetap berjalan optimal sekaligus memberikan ruang penghematan anggaran.

la menjelaskan, melalui penyesuaian skema tersebut, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran dari program MBG dapat mencapai Rp20 triliun.

Baca Juga: Serap Aspirasi Warga, Fraksi PKS DPRD Sukabumi Soroti Infrastruktur hingga Layanan Kesehatan

"Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun," katanya dilansir dari suara.com.

Meski dilakukan efisiensi, pemerintah menegaskan pelaksanaan MBG tetap mempertimbangkan kondisi khusus di sejumlah wilayah. Pengecualian diberikan untuk daerah tertentu seperti kawasan 3T, wilayah dengan tingkat stunting tinggi, serta kebutuhan khusus seperti asrama.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam melakukan prioritas dan refocusing belanja negara agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung ke masyarakat.

Baca Juga: Kisah Mengejutkan Marshel Widianto: Hampir Kehilangan Nyawa karena Komplikasi Penyakit

Selain MBG. pemerintah juga melakukan efisiensi di berbagai pos anggaran lain, seperti pengurangan perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta belanja non-operasional di kementerian dan lembaga.

MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket transformasi ekonomi yang lebih luas untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan global sekaligus meningkatkan efektivitas belanja negara.

Baca Juga: SMANDA Terbanyak! Daftar Pelajar SMA Negeri di Kota Sukabumi Lolos SNBP 2026

Airlangga menegaskan, efisiensi yang dilakukan tidak akan mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

"Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," ucapnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT