SUKABUMIUPDATE.com - Pengelola Pasar Semi Modern Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mulai mendorong penggunaan pembayaran non-tunai melalui QRIS di kalangan pedagang. Langkah ini merupakan bagian dari program percepatan digitalisasi yang dicanangkan pemerintah daerah.
Kepala UPTD Pasar Semi Modern Cicurug, Eman Sulaeman, menuturkan bahwa penerapan QRIS di pasar tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah terkait digitalisasi transaksi.
Menurutnya, program ini mengacu pada sejumlah regulasi, mulai dari keputusan pemerintah pusat hingga aturan daerah, termasuk Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2023 mengenai pajak daerah dan retribusi daerah.
Baca Juga: Razia Kamar di Lapas Sukabumi, Gunting-Kosmetik hingga Sikat Gigi Modifikasi Ikut Diamankan
“Pada intinya QRIS ini bagian dari program percepatan digitalisasi pemerintah daerah. Jadi pembayaran retribusi sekarang diarahkan melalui QRIS,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Senin (6/4/2026).
UPTD Pasar Cicurug, lanjut Eman, telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua pedagang langsung menerima sistem tersebut. Kondisi di lapangan menjadi salah satu faktor, terutama terkait keterbatasan sinyal di area tertentu.
Ia menjelaskan, beberapa pedagang seperti pedagang ikan dan ayam masih merasa penggunaan QRIS kurang praktis. Selain karena kondisi tempat yang basah, juga karena keterbatasan jaringan, terutama di area bawah atau basement pasar.
Baca Juga: Hujan-hujanan, Balita 4 Tahun Tewas Terseret Arus Selokan di Kalibunder Sukabumi
“Pedagang ada yang menerima, ada juga yang belum. Kadang karena sinyal tidak ada, akhirnya mereka memilih menitipkan pembayaran ke petugas retribusi,” katanya.
Terkait jumlah pedagang yang telah menggunakan QRIS, Eman menyebut belum seluruhnya dan masih dalam tahap bertahap. Sebagian pedagang juga terkendala pada ketersediaan saldo dan penggunaan aplikasi di telepon genggam.
Dalam penerapan QRIS, UPTD Pasar Cicurug bekerja sama dengan Bank BJB sebagai pihak perbankan.
Baca Juga: Sukabumi Ramah Wisatawan dan Aksi Tipu-tipu Pengasong Ikan Palabuhanratu
Untuk mengantisipasi potensi kesalahan atau penipuan dalam transaksi, pihak UPTD memastikan setiap pembayaran diverifikasi melalui bukti transaksi. Pedagang diminta menunjukkan bukti pembayaran yang berhasil sebelum dicatat sebagai pembayaran retribusi.
“Kalau sudah bayar, tinggal lihat bukti transfernya berhasil atau tidak. Di QRIS juga sudah jelas tertera Retribusi Pasar Cicurug,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pembeli, penggunaan QRIS dinilai mulai membantu. Eman menyebut sebagian pembeli sudah terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai, baik melalui QRIS maupun transfer antar rekening.
Baca Juga: Kantor DPRD Sukabumi Dikepung Mahasiwa, Soroti Reses dan Dugaan Kejanggalan Anggaran
“Kalau pembeli alhamdulillah sudah banyak yang menggunakan QRIS. Jadi kalau tidak bawa uang tunai tetap bisa bertransaksi,” ujarnya.
Ke depan, UPTD Pasar Cicurug menargetkan peningkatan penggunaan sistem digital tersebut. Namun, perbaikan infrastruktur jaringan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Menurut Eman, area dalam gedung pasar, khususnya di bagian bawah, membutuhkan dukungan perangkat tambahan agar sinyal dapat menjangkau seluruh area.
“Ke depan memang perlu perbaikan sinyal, terutama di basement. Harus ada alat tambahan supaya jaringan bisa masuk,” pungkasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah