SUKABUMIUPDATE.com - Usai sempat menolak, Susi Pudjiastuti akhirnya membeberkan alasannya menerima mandat sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen Bank BJB. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini mengaku terpanggil dan merasa tertantang untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat Jawa Barat.
Susi berharap latar belakangnya sebagai pengusaha profesional dapat memberikan perspektif baru dalam meningkatkan performa Bank BJB, sembari berkomitmen menjaga transparansi dan menghindari konflik kepentingan.
"Saya suka tantangan, saya ingin mencoba. Kalau pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan, apakah saya juga pengusaha. Dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah kepada Bank Jabar," kata Susi kepada awak media di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: RUPST Bank BJB 2026: Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama, Ayi Subarna Dirut
Target Ambil Alih Pasar Pinjol
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan Susi adalah besarnya beban masyarakat akibat pinjaman online (pinjol) ilegal maupun yang berbunga tinggi di Jawa Barat. Ia memiliki mimpi besar agar Bank BJB mampu melakukan take over terhadap pasar pinjol tersebut untuk melindungi nasabah kecil.
"Dan salah satu yang saya lihat kemarin sih saya tidak tahu apakah memungkinkan atau tidak pinjol di Jawa Barat ini kalau bisa di-take over oleh BJB. Itu mimpi saya pikir dan seharusnya bisa. Karena besar, besar sekali, 19,5 (persen) kemarin. Kalau itu bisa di-take over oleh Jawa Barat, ya 50 persen target pertama," ungkap Susi.
Baca Juga: Respons Aksi Warga, Penindakan Truk ODOL di Jalur Jampang–Kiaradua Segera Digelar
Menurut Susi, langkah ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan misi penyelamatan bagi pelaku UMKM dan rakyat kecil agar mendapatkan bunga pinjaman yang lebih adil dan manusiawi.
Susi menambahkan bahwa rencana besar tersebut memerlukan dukungan regulasi dari pemerintah daerah. Ia berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat merumuskan kebijakan untuk membatasi ruang gerak pinjol agar Bank BJB dapat masuk dan mengambil porsi yang lebih besar dalam pembiayaan masyarakat.
"Saya yakin bisa dan kita membantu orang kecil menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol. Tapi tentu ini ada tahapan yang mungkin Pak Gubernur harus meminta bagaimana cara membatasi pinjol di Jawa Barat supaya BJB bisa ambil porsi," pungkas Susi.
Editor : Denis Febrian