Sukabumi Update

Terjerat Bank Emok? Perumda BPR Sukabumi Tawarkan Kredit Hingga Tanpa Bunga

Kepala Cabang Perumda BPR Sukabumi Cabang Cicurug, Andria Kemal. (Sumber: dok sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Fenomena masyarakat yang terjerat pinjaman kelompok atau yang dikenal sebagai "bank emok" masih ditemukan di wilayah Sukabumi, khususnya kawasan industri seperti Cicurug. Kondisi ini mendorong Perumda BPR Sukabumi Cabang Cicurug terus mengedukasi masyarakat agar beralih ke layanan pembiayaan yang lebih ringan dan sesuai kemampuan.

Kepala Cabang Perumda BPR Sukabumi Cicurug, Andria Kemal, mengatakan, masyarakat yang datang ke BPR tidak sedikit yang sebelumnya telah memiliki pinjaman dari bank emok maupun lembaga pembiayaan non perbankan atau pinjaman perorangan dengan bunga tinggi.

"Kalau bank emok kebanyakan ke pelaku UMKM. Banyak juga di Cicurug. Kalau yang bunga tinggi itu cenderung ke karyawan pabrik. Mereka datang ke BPR untuk menutupi pinjaman itu," kata Kemal kepada sukabumiupdate.com, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Ralf Rangnick Waspadai Lamine Yamal Jelang Spanyol vs Austria di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Menurutnya, masyarakat yang sudah terlanjur memiliki pinjaman umumnya masih bisa terbantu apabila usahanya tetap berjalan. Saat mengajukan kredit ke BPR, petugas juga memberikan edukasi agar pinjaman cukup terpusat di satu lembaga keuangan sehingga beban angsuran tidak semakin berat.

"Kalau memang usahanya masih ada, biasanya tidak jadi masalah. Di BPR juga diarahkan supaya cukup satu pinjaman saja, jangan ke banyak tempat. Kami juga melakukan monitoring, termasuk penjemputan tabungan harian atau dua harian untuk memudahkan nasabah memenuhi kewajibannya," ujarnya.

Sebagai solusi , Perumda BPR Sukabumi menyediakan beberapa produk pembiayaan. Selain Kredit PRIMAS yang bunganya disubsidi Pemerintah Kabupaten Sukabumi sehingga nasabah hanya membayar pokok pinjaman, tersedia pula Kredit Mikro dengan bunga 0,5 persen per bulan.

Baca Juga: Wabup Andreas Ajak Petani Sukabumi Tingkatkan Kapasitas dan Adaptif terhadap Kebutuhan Pasar

"Selain PRIMAS, ada juga Kredit Mikro. Kalau PRIMAS tanpa bunga karena disubsidi pemerintah. Kalau Kredit Mikro bunganya 0,5 persen per bulan. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan debiturnya. PRIMAS maksimal Rp5 juta, sedangkan Kredit Mikro bisa sampai sekitar Rp10 juta," jelasnya.

Kemal menjelaskan, perbedaan mendasar pembiayaan di BPR dengan pinjaman kelompok atau bank emok terletak pada sistem angsuran. Di BPR, besaran angsuran sudah ditentukan sejak awal dan dapat disiasati dengan menabung secara harian maupun mingguan.

"Kalau bank emok biasanya ada yang sistem harian atau pinjaman kelompok. Kadang dalam satu kelompok ada yang belum siap membayar, akhirnya yang jadi berat ketuanya. Kalau di BPR angsurannya jelas per bulan. Kalau tidak ingin terasa berat, bisa menabung harian atau mingguan," katanya.

Baca Juga: Hoaks! Kemensos Tidak Pernah Buka Pendaftaran Bansos Rp5,4 Juta Lewat Link Ini

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap lembaga pembiayaan nonperbankan maupun pinjaman perorangan yang menawarkan kemudahan, tetapi menerapkan bunga jauh lebih tinggi dibandingkan kredit di BPR.

"Kalau yang bunga tinggi itu bisa di atas 20 persen, bahkan ada yang sampai 30 persen. Sementara di BPR, PRIMAS tanpa bunga dan Kredit Mikro hanya 0,5 persen per bulan. Jauh berbeda. Karena itu kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak mudah tergiur," ungkapnya.

Di akhir wawancara, Kemal berharap Program PRIMAS semakin mudah diakses masyarakat. Menurutnya, salah satu kendala yang masih dihadapi calon debitur adalah persyaratan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang minimal telah dimiliki selama enam bulan.

Baca Juga: Klik Tautan Ini Bisa Dapat Saldo OVO Gratis? Begini Hasil Cek Faktanya

"Sebetulnya PRIMAS sangat membantu masyarakat. Cuma kendalanya ada di persyaratan. Kalau bisa ke depan mungkin bisa menjadi masukan, misalnya kepemilikan NIB cukup tiga bulan. Toh sebelum kredit diberikan tetap dilakukan penilaian karakter debitur, jadi tetap bisa diketahui kelayakannya," pungkasnya. (Adv)

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT