SUKABUMIUPDATE.com - Minat masyarakat terhadap Tabungan Simpanan Wajib Belajar (Siwajar) di PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cikembar menunjukkan peningkatan setelah memasuki tahun ajaran baru 2026.
Kepala Seksi Pemasaran PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cikembar, Redi Iswandi, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari perkembangan tabungan yang dinilai cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, peningkatan. Peningkatan lumayan," kata Redi kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, Tabungan Siwajar turut terdorong oleh kebutuhan orang tua untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Selain untuk kebutuhan sekolah, tabungan tersebut juga dapat dipersiapkan sebagai cadangan biaya pendidikan hingga jenjang berikutnya.
Baca Juga: SIMPEN di Cikembar, Lebih Praktis! Digitalisasi Pendaftaran Produk BPR Sukabumi
"Mungkin masyarakat lebih daripada uang ditaruh di rumah, ya mendingan buat anak sekolah. Buat cadangan dia masuk sekolah nantinya. Buat cadangan dia sampai kuliah pun bisa," ujarnya.
Redi menyebut, perkembangan Siwajar di Cabang Cikembar bahkan dinilai dapat mendekati perkembangan Tabungan Hari Raya (Tahara) yang saat ini menjadi salah satu produk yang banyak diminati nasabah.
"Alhamdulillah di sini, di Cikembar perkembangannya cukup baik. Setiap tahun selalu ada peningkatan," katanya.
Momentum tahun ajaran baru juga membuat kebutuhan masyarakat terhadap tabungan pendidikan kembali terasa. Redi mengatakan, sebagian nasabah memanfaatkan tabungan tersebut ketika membutuhkan biaya pendidikan, kemudian kembali menabung setelah kebutuhan tersebut terpenuhi.
Baca Juga: Waspada! Potensi Gelombang Tinggi Selatan Jawa Berlanjut hingga 15 Agustus 2026
"Persiapan untuk mereka sekolah. Di waktu membutuhkan mereka tarik, simpan kembali. Beberapa satu bulan, dua bulan mereka simpan kembali. Karena memang sudah terasa mungkin manfaatnya," tuturnya.
Menurut Redi, manfaat tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat tetap menggunakan Siwajar. Setelah merasakan manfaatnya, masyarakat dinilai semakin memahami pentingnya menyiapkan dana pendidikan secara bertahap.
Untuk kepesertaan, Redi mengatakan Tabungan Siwajar di Cabang Cikembar lebih banyak diikuti secara individu oleh orang tua. Namun, pihak BPR juga tetap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
"Kebanyakan individu, orang tuanya. Jadi kalau untuk sekolah, mereka sudah tahu sendiri," katanya.
Baca Juga: Jembatan Presisi Kamandoran Diresmikan, Akses Warga Cibadak yang Dulu Viral Melintir dan Miring
Ia menjelaskan, Siwajar memiliki sejumlah pilihan paket dengan jangka waktu berbeda. Orang tua dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan menabung.
Selain menawarkan produk, BPR Cikembar juga melakukan edukasi dan literasi kepada masyarakat, termasuk melalui sosialisasi ke sekolah. Redi mengatakan dirinya turut turun langsung dalam kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman mengenai kebiasaan menabung, manfaat, serta keuntungan dari menyiapkan simpanan sejak dini.
"Kita kasih gambaran menabung, terus manfaatnya, terus keuntungannya bagi masyarakat juga," ujarnya.
Redi menilai antusiasme masyarakat terhadap Siwajar hingga saat ini cukup tinggi. Ia berharap masyarakat yang sudah menjadi nasabah dapat meningkatkan kebiasaan menabung, sementara masyarakat yang belum mengikuti dapat mulai memanfaatkannya untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak.
"Kalau yang sudah menabung mungkin lebih ditingkatkan untuk masa depan anaknya. Terus untuk yang baru mau, cobalah. Nanti ada manfaatnya untuk orang tuanya juga ataupun untuk muridnya," kata Redi.
Baca Juga: Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce, Tinggalkan Napoli pada Musim Panas 2026
Menurutnya, kebiasaan menabung dapat membantu orang tua mengantisipasi kebutuhan pendidikan yang muncul secara berkala sehingga pengeluaran tidak sepenuhnya harus dipenuhi secara mendadak.
"Kalau punya simpanan, 'Wah, ada simpanan anak. Alhamdulillah.' Buat cadangan ke depannya. Karena kalau untuk Siwajar sampai kuliah pun bisa, belajar menabung," tuturnya.
Selain Siwajar, Redi menyebut PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) juga memiliki sejumlah produk yang dapat digunakan masyarakat untuk perencanaan keuangan, di antaranya Tahara, Si Barokah dan Tapak.
"Kalau rencana keuangan paling satu Tahara, kedua Siwajar. Terus Si Barokah ada," katanya.
Sementara itu, Tapak atau Tabungan Pajak Kendaraan dapat dimanfaatkan pemilik kendaraan untuk menyiapkan pembayaran pajak secara berkala. Nasabah menyisihkan dana setiap bulan sesuai kebutuhan pembayaran pajak kendaraannya.
Redi mencontohkan, apabila kebutuhan pajak kendaraan dalam setahun sekitar Rp500 ribu, nasabah dapat menyisihkan dana secara berkala hingga jumlah tersebut terkumpul saat jatuh tempo pembayaran pajak.
Baca Juga: Wajah Baru Pimpinan Baznas Kota Sukabumi dan Target Rp16 Miliar Per Tahun
"Kalau misalkan pajaknya setiap tahun Rp500 ribu, dia bisa dalam satu tahun setiap bulan nabung sampai satu tahun. Jadi dari tabungan itu dia sudah bisa bayar pajak," ujarnya.
Untuk pembayaran pajak, lanjut Redi, proses pengurusannya juga dapat dibantu oleh pegawai BPR sehingga nasabah tidak perlu mengurusnya sendiri.
"Yang menguruskan juga pegawai kita BPR di sini. Jadi nasabah tinggal duduk manis, tinggal nunggu beres aja bayar pajak," katanya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah