Sukabumi Update

Muhammad Jaenudin: 30 Persen APBD Jabar untuk Infrastruktur, PDRB Harus Terus Didorong

Anggota DPRD Jawa Barat Muhammad Jaenudin saat wawancara usai upcara HUT ke-81 RI | Foto : Sukabumiupdate

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Dari APBD Jawa Barat Rp28 triliun, sekitar Rp3 triliun diantaranya dialokasikan untuk sektor infrastruktur.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat, Muhammad Jaenudin seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapang Korpri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jaenudin juga dipercaya membacakan teks Pancasila di hadapan ribuan peserta upacara.

Upacara tingkat Kecamatan Cisaat itu dipimpin Camat Cisaat Ratu Badrimawati sebagai inspektur upacara dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur pemerintahan, pemerintah desa, PGRI, Pramuka, BAZNAS, Kementerian Agama, TNI-Polri hingga para pelajar.

Menurut Jaenudin, momentum HUT ke-81 RI harus menjadi refleksi sekaligus dorongan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

“Pemerintah di semua lapisan sudah berikhtiar untuk melakukan perbaikan, baik ekonomi maupun infrastruktur,” kata Jaenudin kepada Sukabumiupdate.com usai upacara.

Selain infrastruktur, Jaenudin menyebut sektor pendidikan mendapat alokasi sekitar 20 persen, sedangkan kesehatan sekitar 10 persen. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut harus benar-benar diarahkan untuk program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 17 Napi Lapas Warungkiara Sukabumi Hirup Udara Bebas

Akses Kesehatan Harus Tetap Terjaga

Di sektor kesehatan, Jaenudin menekankan pentingnya memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan karena persoalan kepesertaan. Ia mengatakan pemerintah perlu memberikan perhatian kepada masyarakat yang belum ter-cover dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta mandiri.

“Kita di Provinsi Jabar selalu menjaga keseimbangan. Bagi pasien yang belum ter-cover PBI atau mandiri, kita siapkan Gakinda,” ujarnya.

Menurut Jaenudin, keberadaan Gakinda menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan ketika belum terakomodasi dalam skema pembiayaan lainnya.

Ia berharap program dan anggaran kesehatan dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Cisaat, Jaenudin Bicara Ekonomi & Ajak Masyarakat Warisi Api Perjuangan Para Pahlawan

PR Ekonomi Jawa Barat

Menurut Jaenudin, tantangan Jawa Barat di usia kemerdekaan ke-81 salah satunya masih berada pada sektor ekonomi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah harus terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu indikator yang menurutnya perlu menjadi perhatian adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat.

“PR Jawa Barat di usia kemerdekaan ke-81 salah satunya ekonomi, terutama PDRB provinsi yang harus terus didorong,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan angka makro. Pemerintah juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut berdampak terhadap pendapatan, kesempatan kerja dan daya beli masyarakat. (adv)

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT