Sukabumi Update

BPR Sukabumi Cibadak Fokus Jaga Kualitas Kredit di Tengah Tantangan Ekonomi

Kantor PT BPR Sukabumi (Perseroda) Cabang Cibadak. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memastikan kualitas pembiayaan tetap sehat menjadi salah satu perhatian PT Bank Perekonomian Rakyat Sukabumi (Perseroda) Cabang Cibadak.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, lembaga keuangan dituntut tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan yang diberikan dapat berjalan dengan baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Cibadak PT BPR Sukabumi (Perseroda), Jujun Junaedi, mengatakan sektor kredit menjadi salah satu fokus utama yang saat ini diperhatikan.

"Yang saya fokuskan sebenarnya kredit, khususnya untuk ekspansi dan penurunan NPL (Non Performing Loan). Tapi tidak lupa juga kebagian dana seperti tabungan dan deposito, karena semua pos tersebut harus mencapai target," ujar Jujun saat ditemui, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Jujun Junaedi dan Perjalanan Panjang di BPR Sukabumi: Mengemban Amanah Baru di Cibadak

Menurut Jujun, kredit menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kinerja BPR. Penyaluran kredit yang berjalan baik akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan, sementara kredit bermasalah dapat menjadi hambatan.

"Kalau kredit lancar, kredit baik, otomatis pendapatan dari bunga juga bagus dan mendukung pendapatan. Kalau kredit macet, itu bisa menghambat," katanya.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan tugas sebagai Plt Kepala Cabang Cibadak, salah satu tantangannya adalah memastikan seluruh bagian dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan perusahaan.

"Semakin tinggi jabatan, tanggung jawab juga semakin besar. Karena sekarang membawahi semua bagian, sehingga harus bisa mempertanggungjawabkan target-target dari kantor pusat," ujarnya.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Sebarkan Abu Vulkanik, Bergerak hingga Selatan dan Barat Laut

Jujun menilai wilayah Cibadak masih memiliki peluang pembiayaan, meski kondisi ekonomi membuat pelaku usaha perlu lebih selektif dalam mengembangkan bisnis.

Menurutnya, sektor modal kerja masih memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama bagi usaha yang memiliki prospek dan pengelolaan yang baik.

"Kalau untuk modal kerja sekarang memang agak susah karena kondisi perekonomian. Tapi masih ada sektor yang bisa dikembangkan," ucapnya.

Selain pembiayaan modal kerja, ia menyebut kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan konsumtif juga masih menjadi salah satu bagian yang dilayani BPR.

Baca Juga: Naik Speedboat Menuju Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Selain menjaga kinerja internal, Jujun juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dengan memanfaatkan layanan lembaga keuangan resmi.

Menurutnya, BPR dapat menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan dana maupun mengakses pembiayaan sesuai kebutuhan.

"Mudah-mudahan masyarakat lebih memprioritaskan lembaga keuangan resmi, khususnya BPR, baik untuk tabungan maupun kredit yang bisa diprospek," katanya.

Ia berharap masyarakat dapat menghindari layanan pinjaman tidak resmi yang berpotensi menimbulkan persoalan.

Baca Juga: 9 Bulan Warga Gunakan Perahu Karet, BPBD Sukabumi: Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Jembatan Leuwidinding

"Intinya menghindari bank emok atau pinjaman keliling yang banyak menimbulkan permasalahan di masyarakat. Keberadaan BPR juga salah satunya untuk memberikan solusi layanan keuangan yang lebih baik," pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT