Sukabumi Update

Aset Rumah Tangga Orang Jabar dalam Satu Dekade: Motor Paling Banyak Tapi Emas Berkurang

Ilustrasi Motor. (Sumber : Pexels.com/@setengah lima sore)

SUKABUMIUPDATE.com - Pola kepemilikan aset rumah tangga di Jawa Barat mengalami perubahan dalam satu dekade terakhir. Sepeda motor menjadi aset yang paling umum dimiliki rumah tangga, sementara kulkas mencatat peningkatan tingkat kepemilikan terbesar.

Berdasarkan data yang dipaparkan BPS, Di sisi lain, emas minimal 10 gram menjadi aset yang mengalami penurunan tingkat kepemilikan paling besar selama periode tersebut.

“Sepeda motor menjadi aset yang paling umum dimiliki, sementara kulkas mencatat peningkatan tingkat kepemilikan terbesar. Sebaliknya, emas minimal 10 gram mengalami penurunan tingkat kepemilikan paling besar,” tulis BPS. 

Perubahan kepemilikan aset tersebut tidak sepenuhnya sama antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Jenis aset yang paling banyak dimiliki maupun yang mengalami peningkatan terbesar dapat berbeda di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Arti Paribasa Sunda “Leuweung Ruksak Cai Beak Manusa Balangsak”, Pesan Karuhun Untuk Menjaga Alam

Meski demikian, terdapat perubahan pada kesenjangan kepemilikan sepeda motor. Dalam satu dekade terakhir, selisih kepemilikan sepeda motor antara rumah tangga perkotaan dan perdesaan semakin menyempit.

Ada Motor di Setiap 4 dari 5 Rumah Tangga Jabar

Pada 2025, sepeda motor menjadi aset yang paling banyak dimiliki rumah tangga di Jawa Barat. Proporsinya mencapai 80,03 persen atau sekitar empat dari lima rumah tangga.

Kulkas berada di posisi kedua dengan tingkat kepemilikan 76,76 persen, disusul lahan atau tanah sebesar 73,74 persen.

Sementara itu, perahu dan perahu motor menjadi aset yang paling jarang dimiliki rumah tangga di Jawa Barat. Tingkat kepemilikannya masing-masing kurang dari 1 persen.

Berikut data kepemilikan aset rumah tangga Jawa Barat pada 2025:

  • Sepeda motor: 80,03 persen
  • Kulkas: 76,76 persen
  • Lahan/tanah: 73,74 persen
  • TV layar datar: 34,74 persen
  • Emas minimal 10 gram: 16,64 persen
  • AC: 13,84 persen
  • Mobil: 13,12 persen
  • Tabung gas 5,5 kg atau lebih: 7,99 persen
  • Pemanas air: 1,89 persen
  • Perahu motor: 0,63 persen
  • Perahu: 0,16 persen

Data inimenunjukkan persentase kepemilikan aset oleh rumah tangga di Jawa Barat menurut jenis aset pada 2025.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Berhentikan Sementara Sekdishub, Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi PKL

Semakin Banyak Punya Kulkas, Kepemilikan Emas Justru Menurun

Dalam satu dekade terakhir, emas menjadi aset yang mengalami penurunan kepemilikan paling besar di rumah tangga Jawa Barat.

Pada 2015, sebanyak 21,58 persen rumah tangga memiliki emas minimal 10 gram. Angka tersebut kemudian turun menjadi 16,64 persen pada 2025 atau berkurang 4,94 poin persentase.

Penurunan juga terjadi pada kepemilikan pemanas air serta tabung gas berkapasitas 5,5 kg atau lebih. Keduanya masing-masing mengalami penurunan sekitar 2 poin persentase.

Sebaliknya, sejumlah aset lainnya justru mengalami peningkatan kepemilikan.

Kulkas mencatat peningkatan terbesar, dari 50,61 persen pada 2015 menjadi 76,76 persen pada 2025. Artinya, tingkat kepemilikan kulkas meningkat 26,15 poin persentase.

Sepeda motor juga mengalami peningkatan kepemilikan sebesar 16,41 poin persentase selama periode tersebut.

Baca Juga: PGRI Sukalarang Peringati Maulid Nabi, Perkuat Keteladanan Guru dalam Pendidikan

Kepemilikan Emas Turun di Berbagai Wilayah

Penurunan kepemilikan emas minimal 10 gram tidak hanya terjadi di Jawa Barat. Dalam satu dekade terakhir, tingkat kepemilikan emas oleh rumah tangga cenderung menurun di berbagai provinsi.

Kalimantan Timur tercatat memiliki tingkat kepemilikan emas tertinggi, sedangkan Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki tingkat kepemilikan terendah.

Secara nasional, persentase rumah tangga yang memiliki emas turun 4,13 poin persentase pada periode 2015-2025.

Penurunan juga terlihat pada periode pascapandemi. Persentase rumah tangga yang memiliki emas tercatat relatif rendah pada 2021 dan 2022.

Meski secara umum terjadi penurunan, beberapa provinsi justru mencatat peningkatan kepemilikan emas, yakni Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

Baca Juga: Dugaan Penipuan 13 Ambulans Suzuki APV , Dealer di Sukabumi Soroti Batal Sita Polda Jabar

Aset Andalan Rumah Tangga Jabar Berbeda antara Kota dan Desa

Perbedaan pola kepemilikan aset juga terlihat berdasarkan klasifikasi wilayah. Rumah tangga di wilayah perkotaan Jawa Barat umumnya memiliki tingkat kepemilikan aset yang lebih tinggi dibandingkan rumah tangga di perdesaan.

Namun, terdapat pengecualian pada sejumlah aset, yakni lahan, perahu, dan perahu motor yang justru lebih banyak dimiliki rumah tangga di perdesaan.

Lahan atau tanah menjadi aset yang paling banyak dimiliki rumah tangga di perdesaan dengan tingkat kepemilikan mencapai 81,64 persen.

Sementara di wilayah perkotaan, sepeda motor menjadi aset dengan tingkat kepemilikan tertinggi, yakni 81,32 persen.

Berikut perbandingan kepemilikan aset rumah tangga Jawa Barat pada 2025:

  • Sepeda motor: perkotaan 81,32 persen | perdesaan 75,12 persen
  • Kulkas: perkotaan 80,34 persen | perdesaan 63,08 persen
  • Lahan/tanah: perkotaan 71,67 persen | perdesaan 81,64 persen
  • TV layar datar: perkotaan 71,12 persen | perdesaan 39,81 persen
  • Emas minimal 10 gram: perkotaan 43,18 persen | perdesaan 41,19 persen
  • AC: perkotaan 41,17 persen | perdesaan 14,47 persen
  • Tunai/tabungan senilai 10 gram emas: perkotaan 36,94 persen | perdesaan 31,67 persen
  • Mobil: perkotaan 26,41 persen | perdesaan 6,94 persen
  • Tabung gas 5,5 kg atau lebih: perkotaan 26,26 persen | perdesaan 21,19 persen
  • Perahu: perkotaan 0,56 persen | perdesaan 1,05 persen
  • Perahu motor: perkotaan 0,52 persen | perdesaan 0,70 persen

Baca Juga: 95 Pasutri Siri Ikuti Isbat Nikah Terpadu di Cimanggu Sukabumi, Mayoritas Lansia

Kepemilikan Motor Jabar Semakin Merata

Dalam kurun waktu 2015-2025, kepemilikan sepeda motor di Jawa Barat mengalami peningkatan baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Pada 2015, kepemilikan sepeda motor di perdesaan tercatat 54,88 persen, sedangkan di perkotaan mencapai 68,19 persen. Saat itu terdapat selisih 13,31 poin persentase antara kedua wilayah.

Sepuluh tahun kemudian, kepemilikan sepeda motor di perdesaan meningkat menjadi 75,12 persen. Sementara di perkotaan mencapai 81,32 persen.

Dengan demikian, selisih kepemilikan sepeda motor antara wilayah perkotaan dan perdesaan pada 2025 menyempit menjadi 6,20 poin persentase.

Artinya, dalam periode 2015-2025, kesenjangan kepemilikan sepeda motor antara rumah tangga perdesaan dan perkotaan menyempit 7,11 poin persentase.

Berikut data kepemilikan sepeda motor rumah tangga Jawa Barat menurut klasifikasi wilayah pada 2015-2025:

  • 2015: perkotaan 68,2 persen | perdesaan 54,9 persen
  • 2016: perkotaan 70,8 persen | perdesaan 59,2 persen
  • 2017: perkotaan 71,3 persen | perdesaan 62,0 persen
  • 2018: perkotaan 73,0 persen | perdesaan 66,0 persen
  • 2019: perkotaan 73,7 persen | perdesaan 68,3 persen
  • 2020: perkotaan 75,0 persen | perdesaan 70,2 persen
  • 2021: perkotaan 78,1 persen | perdesaan 72,3 persen
  • 2022: perkotaan 79,2 persen | perdesaan 72,3 persen
  • 2023: perkotaan 80,3 persen | perdesaan 73,2 persen
  • 2024: perkotaan 81,0 persen | perdesaan 74,5 persen
  • 2025: perkotaan 81,3 persen | perdesaan 75,1 persen

Alat Elektronik Makin Banyak Dimiliki

Selain sepeda motor dan kulkas, kelompok alat elektronik juga mencatat peningkatan kepemilikan yang cukup besar di rumah tangga Jawa Barat. Sejak 2016, kelompok alat elektronik mencatat peningkatan kepemilikan terbesar di rumah tangga Jawa Barat.

Namun, jenis aset yang mengalami peningkatan paling besar berbeda antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di wilayah perkotaan, TV layar datar berukuran minimal 30 inci mengalami peningkatan kepemilikan sebesar 22,31 poin persentase.

Sementara di wilayah perdesaan, kulkas menjadi aset yang mengalami peningkatan paling besar, yakni 26,60 poin persentase. Data peningkatan kepemilikan aset rumah tangga Jawa Barat menurut klasifikasi wilayah dan aset pada 2016-2025 meliputi:

  • TV layar datar di perkotaan: naik 22,31 poin persentase
  • Kulkas di perkotaan: naik 17,43 poin persentase
  • Kulkas di perdesaan: naik 26,60 poin persentase
  • Sepeda motor di perdesaan: naik 17,01 poin persentase

Data tersebut menggambarkan peningkatan kepemilikan aset rumah tangga Jawa Barat menurut klasifikasi wilayah dan jenis aset dalam poin persentase selama 2016-2025.

Sumber: BPS Jabar

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT