Sukabumi Update

40-50 Persen Desa di Sukabumi Masih Butuh Perhatian, DPMD Ungkap Kendalanya

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri dalam TMMD ke 130. (Sumber : dok DPMD)

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerataan pembangunan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih menghadapi tantangan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi memperkirakan sekitar 40–50 persen dari total 381 desa memiliki karakteristik yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari kondisi tertinggal hingga akses wilayah yang terisolasi.

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, mengatakan keterbatasan anggaran dan jumlah program membuat penanganan pembangunan melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) belum bisa menjangkau seluruh desa dalam satu tahun.

Menurutnya, lokasi pelaksanaan TMMD ditentukan melalui kesepakatan antara Bupati Sukabumi dan Komandan Kodim (Dandim), dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Baca Juga: Disperkim Bangun Rutilahu dan Sumur Bor, TMMD ke-130 di Ciemas Sukabumi

“Penentuan lokasi merupakan hasil kesepakatan bersama antara bupati dan Dandim, dengan mengacu pada indikator desa yang terbelakang, tertinggal, terisolasi, terdampak bencana, atau memiliki kekhususan tertentu,” ujar Samsul kepada awak media usai upacara pembukaan TMMD ke-130 di Lapangan Cikole, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Selasa (13/10/2026).

Samsul menjelaskan, pelaksanaan TMMD di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi dilakukan melalui dua komando distrik militer. Masing-masing Kodim menggelar kegiatan di satu desa setiap tahun.

Dengan pola tersebut, jumlah desa yang dapat disentuh program TMMD masih terbatas dibandingkan dengan keseluruhan desa yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Usia 20-29 Tahun Mendominasi, Jumlah Pria Lebih Banyak dari Wanita di Kabupaten Sukabumi

“Program ini terbatas. Untuk dua kodim (Kabupaten dan Kota Sukabumi), pelaksanaan TMMD dilakukan di dua titik desa dalam satu tahun,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan pembangunan, terdapat pula program pendukung lainnya, seperti karya bakti TNI dan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMS). Namun, pelaksanaannya juga bergantung pada ketersediaan anggaran.

Samsul menyebut penambahan lokasi kegiatan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pimpinan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Baca Juga: Survei Soal Trotoar di Sukabumi: Dibangun Namun Belum Bisa Dinikmati

“Kalau ingin menambah lokasi, tentu bergantung pada kebijakan pimpinan dan besaran anggaran yang diberikan,” pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT