TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Seni Arsitektur Kampung Ciptagelar Sukabumi, Mengenal Warisan Rumah Adat Sunda

Seni Arsitektur Kampung Ciptagelar Sukabumi, Mengenal Warisan Rumah Adat Sunda (Sumber : Instagram/@odewikra)

SUKABUMIUPDATE.com - Arsitektur rumah tinggal tradisional Sunda di Kampung Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi adalah hasil karya leluhur dengan kearifan lokalnya.

Arsitektur rumah tradisional Sunda di Kampung Adat Ciptagelar mewariskan nilai-nilai struktur konstruksi bangunan yang baik, unik dan dapat diaplikasikan pada desain bangunan masa kini.

Rumah tinggal tradisional Sunda di Kampung Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi memiliki struktur konstruksi yang kokoh. Hal ini dibuktikan dari usia bangunan yang sudah berdiri ratusan tahun dan teruji saat menghadapi bencana gempa bumi, angin, maupun beban bangunan dan beban fungsi.

Baca Juga: Filosofis Rumah Panggung: Arsitektur Sunda Buhun di Kampung Adat Ciptagelar

Tata bangunan Kasepuhan Ciptagelar pun diletakkan dengan cara nyengked atau terasering (sengkedan). Bangunan dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu are (paling bawah), leuir (paling tinggi) dan siger tengah (di tengah-tengah).

Pembagian tersebut disusun berdasarkan aturan adat yang harus dipatuhi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, dikutip dari salah satu penelitian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Beralih soal bentuk suhunan rumah adat sunda yang kemudian dikutip dari laman sundapedia.com. Rumah adat Sunda umumnya sering disebut imah panggung atau rumah panggung. Sebutan imah panggung didasarkan pada rumah yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti batu, kayu, bambu, dan ijuk atau ilalang.

Baca Juga: Puasa Sunnah Rajab 2023 Dimulai 23 Januari Besok! Simak Jadwal Lengkapnya

Wargi Sukabumi Harus Tahu! Zaman dahulu, tempat tinggal di perkampungan tatar Sunda mayoritas berbentuk rumah panggung, tetapi sekarang sebaliknya, rumah panggung justru hampir tidak ada. Kecuali di kampung-kampung adat yang mempertahankan tradisi dan budaya Sunda buhun atau dalam bahasa sunda "pasisian pisan".

Kaki-kaki rumah adat Sunda disebut batu tatapakan, yaitu batu yang dipahat membentuk balok. Lantainya dari kayu papan atau palupuh dari bambu. Dari tanah ke lantai ada kolong, biasanya sering dimanfaatkan untuk kandang ayam, entog, meri (itik), atau soang (angsa).

Editor : Nida Salma Mardiyyah

Tags :
BERITA TERKAIT