Sukabumi Update

Orang Tua Harus Waspada! ini Ciri-ciri Anak Mengalami Child Grooming

Ilustrasi Orang Tua Harus Waspada! ini Ciri-ciri Anak Mengalami Child Grooming (Sumber: pexels.com/cottonbro studio)

SUKABUMIUPDATE.com - Perawatan anak atau manipulasi anak adalah salah satu bentuk pengungkapan seksual yang sering terjadi secara tersembunyi. 

Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa pelaku biasanya tidak langsung melakukan kekerasan, melainkan membangun hubungan emosional secara perlahan untuk mendapatkan kepercayaan anak dan keluarganya. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda perawatan anak menjadi langkah penting untuk melindungi anak sejak dini.

Apa Itu Child Grooming?

Perawatan anak adalah proses ketika seseorang dengan sengaja mendekati anak atau keluarganya untuk mempersiapkan terjadinya pengenalan seksual. Proses ini bisa berlangsung dalam waktu lama, mulai dari minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun. Pelaku biasanya mengucapkan ramah, penuh perhatian, dan tampak peduli sehingga tidak menimbulkan dampak buruk.

Baca Juga: Mengenal Child Grooming: Modus Pelecehan Anak yang Sering Tak Disadari Orang Tua

Pendekatan ini dapat terjadi secara langsung maupun melalui dunia digital. Di era internet, perawatan anak sering terjadi melalui media sosial, pesan pribadi, atau permainan berani, di mana pelaku menyamar sebagai teman sebaya atau sosok yang dipercaya.

Ciri-ciri Anak Mengalami Perawatan Anak

Perawatan anak sering sulit dikenal karena sekilas tampak seperti hubungan normal antara orang dewasa dan anak-anak. Namun, orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan perubahan perilaku berikut:

  • Sering membicarakan satu orang dewasa atau remaja yang lebih tua dan ingin selalu bersama mereka.
  • Menarik diri dari teman sebaya dan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.
  • Bolos sekolah atau kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya disukai.
  • Mendapat hadiah yang tidak jelas asal-usulnya, seperti gawai, pakaian, atau uang.
  • Menjadi tertutup dan enggan bercerita tentang aktivitas sehari-hari.
  • Berbohong atau menghindari pertanyaan sederhana dari orang tua.

Perubahan-perubahan ini tidak selalu berarti perawatan anak, tetapi patut menjadi sinyal peringatan.

Tanda Seseorang Akan Melakukan Perawatan Anak

Pelaku child grooming sering berusaha mendekati orang tua atau pengasuh terlebih dahulu. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Terlalu sering memberikan hadiah atau bantuan tanpa alasan yang jelas.
  • Melampaui batas sosial, seperti sering datang ke rumah tanpa undangan.
  • Memberikan pengasuhan, les, atau pendampingan secara berlebihan.
  • Menunjukkan minat yang tidak wajar pada kehidupan pribadi anak.
  • Berusaha menciptakan kedekatan emosional dengan keluarga untuk mendapatkan kepercayaan.

Jika ada perilaku yang terasa “tidak wajar”, ​​penting bagi orang tua untuk memahami intuisi.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Ceritakan Trauma Perawatan Anak Lewat Buku Broken Strings

Siapa yang Bisa Menjadi Pelaku Child Grooming?

Siapa pun bisa menjadi pelaku child grooming. Mereka bisa berasal dari lingkungan terdekat, seperti kerabat, tetangga, guru, pelatih, atau teman keluarga. Pelaku tidak dibatasi oleh usia, jenis kelamin, maupun latar belakang tertentu.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika orang tua menginginkan adanya tanda child grooming, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Jangan biarkan anak sendirian dengan orang yang mencurigakan.
  • Ajak anak berbicara dengan tenang dan penuh empati.
  • Ajukan pertanyaan terbuka, seperti “Apakah ada hal yang membuat Anda tidak nyaman?”
  • Yakinkan anak bahwa ia aman dan tidak bersalah.
  • Cari bantuan profesional, seperti psikolog atau layanan perlindungan anak, jika diperlukan.

Perawatan anak adalah ancaman nyata yang sering tidak disadari. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, orang tua dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. 

Baca Juga: Yuk Coba! 3 Kunci Utama Hidup Tenang dan Bahagia Menurut Psikologi

Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, komunikasi terbuka, dan orang dewasa yang siap melindungi mereka dari segala bentuk pencerahan. Edukasi dan kewaspadaan adalah kunci utama menjaga anak tetap aman.

Sumber: raisingchildren.net

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT