SUKABUMIUPDATE.com - Upaya membiasakan anak lepas dari gawai digencarkan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi melalui kegiatan bertajuk Tandem Baper (Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan). Program yang digelar di Gedung Perpustakaan Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat ini diikuti anak-anak TK/PAUD hingga SD sederajat.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. Diarpus menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi ruang alternatif bagi anak agar tetap dapat belajar, bermain, sekaligus bersosialisasi tanpa ketergantungan pada layar gawai.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Aisyah, menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan gawai pada anak mulai berdampak pada minat baca, kreativitas, hingga kemampuan interaksi sosial.
Baca Juga: Jembatan di Cisolok Putus Diterjang Cuaca Ekstrem, Anak Sekolah Terpaksa Meniti Bahaya
“Perpustakaan hari ini tidak lagi hanya soal buku. Kami ingin menjadikannya ruang belajar yang ramah anak, menyenangkan, dan mampu menjadi alternatif positif dari penggunaan gawai yang berlebihan,” kata Aisyah kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/1/2026).
Untuk mendukung hal itu, peserta ditempatkan di sejumlah kelas sesuai minatnya, seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan kegiatan kreatif lainnya. Pendekatan ini diterapkan agar anak merasa nyaman sekaligus menemukan aktivitas baru di luar gawai.
“Anak-anak bebas memilih kelas yang mereka sukai. Pendekatan ini kami gunakan agar proses belajar terasa menyenangkan, bukan sebagai paksaan,” jelas Aisyah.
Program berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama fokus pada kegiatan belajar di dalam gedung perpustakaan, sedangkan hari ketiga membawa anak ke luar ruang untuk belajar sambil bermain di lokasi yang relevan dengan materi.
Melalui metode tersebut, Diarpus ingin menanamkan pengalaman belajar yang lebih kaya, tidak hanya aspek pengetahuan, tetapi juga motorik dan sosial.
“Belajar bisa dilakukan di mana saja. Anak-anak kami ajak mengenal lingkungan sekitar, berinteraksi langsung, dan tetap bermain sambil belajar,” terangnya.
Baca Juga: Disperkim Sukabumi Asesmen Pascabencana di Nyalindung, Pemulihan Permukiman Jadi Prioritas
Diarpus menempatkan Tandem Baper sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem literasi Kabupaten Sukabumi. Perpustakaan didorong bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi ruang publik yang hidup dan ramah anak.
Diharapkan anak-anak tumbuh dengan kebiasaan baik, mampu mengelola penggunaan gawai secara seimbang, dan memiliki ketertarikan lebih besar pada aktivitas literasi.
“Harapan kami sederhana, anak-anak mengenal perpustakaan sebagai tempat yang seru. Dari sana akan tumbuh kecintaan membaca, belajar, dan berinteraksi secara sehat tanpa ketergantungan pada gawai,” pungkasnya. (adv)
Editor : Fitriansyah