SUKABUMIUPDATE.com - Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual, umumnya orang dewasa dengan cara membangun hubungan, kepercayaan, serta keterikatan emosional maupun fisik dengan anak.
Proses ini dapat terjadi secara langsung di lingkungan sekitar anak maupun secara daring melalui media sosial, game online, atau aplikasi pesan. Tujuan akhirnya adalah memanipulasi dan mengeksploitasi anak secara seksual tanpa disadari oleh korban maupun orang-orang terdekatnya.
Pelaku child grooming kerap memanfaatkan kepolosan dan kerentanan anak. Anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan emosi belum sepenuhnya memahami batasan hubungan yang sehat, sehingga mudah terjebak dalam relasi yang terlihat aman dan menyenangkan di awal.
Inilah yang membuat child grooming sangat berbahaya, ancamannya tidak datang secara kasar, tetapi perlahan dan penuh tipu daya.
Baca Juga: Video Diduga Ricky Harun Karaoke Bersama Seorang Perempuan Viral, Tuai Spekulasi
Dalam banyak kasus, pelaku memulai pendekatan dengan bersikap sangat ramah dan perhatian. Mereka memberikan pujian, hadiah, atau dukungan emosional yang membuat anak merasa istimewa dan dihargai.
Ketika kepercayaan mulai terbentuk, pelaku perlahan mengubah arah hubungan menjadi lebih personal dan intim. Anak sering kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi, karena pelaku jarang menunjukkan perilaku yang langsung tampak berbahaya pada tahap awal.
Media sosial menjadi salah satu sarana yang paling sering digunakan pelaku child grooming. Melalui platform ini, pelaku dapat menyembunyikan identitas asli, berpura-pura sebaya, atau tampil sebagai sosok dewasa yang “peduli”.
Interaksi dimulai dari obrolan ringan, lalu berkembang menjadi komunikasi yang lebih intens dan bersifat pribadi. Ketika hubungan sudah cukup dekat, pelaku mulai mengarahkan percakapan ke topik dewasa atau mengajak bertemu secara langsung.
Ciri-Ciri Pelaku Child Grooming
Agar anak dapat terlindungi, penting bagi orang tua dan orang dewasa di sekitarnya untuk mengenali ciri-ciri umum pelaku child grooming. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Baca Juga: Hingga 2025, Dompet Dhuafa Serap 41 Juta Jiwa Lebih Penerima Manfaat
1. Memberi perhatian atau hadiah berlebihan
Pelaku sering memberikan hadiah, uang, atau perhatian yang tidak wajar tanpa alasan jelas. Tujuannya adalah menciptakan rasa ketergantungan dan kedekatan emosional pada anak.
2. Mengajak anak menyimpan rahasia
Pelaku meminta anak merahasiakan komunikasi atau pertemuan mereka dari orang tua dengan alasan “khusus” atau “agar tidak dimarahi”.
3. Memanipulasi emosi anak
Anak dibuat merasa bersalah, takut kehilangan, atau bertanggung jawab atas perasaan pelaku jika menolak atau menjauh.
4. Mengarahkan pembicaraan ke topik dewasa
Percakapan perlahan diarahkan ke hal-hal berbau seksual, dimulai dari candaan, cerita, atau pertanyaan yang membuat anak bingung.
Ciri-ciri ini sering muncul secara bertahap sehingga sulit dikenali jika tidak diawasi dengan baik. Anak bahkan bisa merasa bahwa pelaku adalah satu-satunya orang yang memahami dirinya.
Dampak Child Grooming pada Anak
Dampak child grooming tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sangat mempengaruhi kesehatan mental anak.
Korban dapat mengalami trauma psikologis, rasa bersalah, kecemasan berlebih, hingga kesulitan membangun hubungan sehat di masa depan. Dalam banyak kasus, anak enggan bercerita karena merasa takut, malu, atau terancam.
Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting. Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka, mengajarkan batasan tubuh dan hubungan yang sehat, serta aktif mengawasi aktivitas anak, terutama di dunia digital.
Baca Juga: Pacu Kinerja 2026, Bapenda Kabupaten Sukabumi Beri Penghargaan Pegawai dan Hadiah Umrah
Semakin dini anak dan orang dewasa memahami bahaya child grooming, semakin besar peluang untuk melindungi anak dari kejahatan seksual yang tersembunyi ini.
Editor : Emi Amelia