Sukabumi Update

Bunda Jangan Khawatir! 8 Cara Bijak Membimbing Anak Menggunakan Gadget di Era Digital

Ilustrasi Bunda Jangan Khawatir! 8 Cara Bijak Membimbing Anak Menggunakan Gadget di Era Digital (Sumber: pexels.com/@Julia M Cameron)

SUKABUMIUPDATE.com - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan keluarga, termasuk cara anak belajar, bermain, dan bersosialisasi. 

Internet dan gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian anak. Meski sebagian orang tua khawatir teknologi berdampak buruk, kenyataannya dunia digital juga menawarkan banyak manfaat jika digunakan secara bijak dan terarah.

Kunci utama bukanlah melarang anak sepenuhnya dari teknologi, melainkan membimbing mereka agar mampu menggunakan gawai secara sehat, aman, dan sesuai dengan usianya. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam membentuk kebiasaan digital yang seimbang sejak dini.

Cara Membimbing Anak Menggunakan Gadget di Era Digital

1.Menetapkan Aturan yang Jelas Sejak Awal

Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah membuat aturan penggunaan gadget di rumah. Aturan ini sebaiknya disesuaikan dengan usia anak dan nilai keluarga. 

Baca Juga: Epilepsi pada Anak: Mengenali Tanda, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Misalnya, tidak menggunakan gadget saat makan, sebelum tidur, atau ketika berkumpul bersama keluarga. Dengan adanya batasan yang konsisten, anak akan belajar disiplin dan memahami bahwa gawai bukan pusat dari seluruh aktivitasnya.

2. Mengelola Waktu Layar dengan Bijak

Waktu layar atau screen time perlu dikelola agar tidak berlebihan. Semakin lama anak menatap layar, semakin besar risiko terpapar konten yang tidak sesuai, serta gangguan kesehatan seperti kelelahan mata dan kurangnya aktivitas fisik. 

Orang tua dapat menetapkan durasi harian yang wajar dan memastikan anak memiliki waktu cukup untuk bermain, belajar, dan beristirahat tanpa gawai.

3. Mendampingi Anak Saat Menggunakan Gadget

Pendampingan menjadi salah satu bentuk pengawasan paling efektif. Saat orang tua menemani anak menonton atau bermain, mereka dapat mengetahui jenis konten yang dikonsumsi anak sekaligus menjadikannya momen untuk berdiskusi. 

Idealnya, penggunaan gadget dilakukan di ruang keluarga agar lebih mudah diawasi dan tidak dilakukan secara tertutup di kamar.

Baca Juga: Mengenal Pedofilia: Gangguan Ketertarikan Seksual pada Anak dan Cara Penanganannya

4. Memantau Aktivitas Anak di Dunia Maya

Selain mendampingi, orang tua juga perlu memantau aktivitas digital anak. Hal ini bisa dilakukan dengan mengecek riwayat tontonan, aplikasi yang digunakan, serta interaksi di media sosial. 

Jika ditemukan konten yang tidak sesuai, orang tua dapat memberikan penjelasan dan melakukan pembatasan tanpa menghakimi. Untuk anak yang sudah aktif di media sosial, pengawasan terhadap daftar pertemanan dan kolom komentar juga penting demi mencegah risiko perundungan daring.

5. Membangun Komunikasi Terbuka

Komunikasi yang baik menjadi pondasi utama dalam mendidik anak di era digital. Orang tua sebaiknya menjelaskan secara sederhana tentang konten apa yang boleh dan tidak boleh diakses. 

Ajarkan anak untuk berani bercerita jika merasa tidak nyaman, mendapat pesan aneh, atau mengalami perlakuan tidak menyenangkan di dunia maya. Dengan komunikasi terbuka, anak akan merasa aman dan percaya pada orang tuanya.

6. Tidak Menjadikan Gadget sebagai Alat Penenang

Memberikan gadget agar anak berhenti rewel memang terasa praktis, namun kebiasaan ini dapat membuat anak bergantung pada layar untuk mengatur emosinya. 

Baca Juga: Mengenal Kecerdasan Kinestetik pada Anak dan Cara Mengembangkannya

Anak perlu belajar mengenali dan mengelola perasaan seperti bosan, sedih, atau marah dengan cara yang sehat, misalnya melalui bicara, bermain, atau kegiatan kreatif.

7. Menyeimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata

Pengalaman di dunia nyata tetap sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Aktivitas seperti bermain di luar, berolahraga, bernyanyi, atau berinteraksi dengan teman sebaya membantu perkembangan motorik, sosial, dan emosional anak. 

Dunia digital sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti pengalaman nyata.

8. Mengajarkan Penggunaan Gadget Sesuai Kebutuhan

Meminjamkan gadget sesuai kebutuhan mengajarkan anak untuk mengendalikan diri. Anak juga belajar bahwa gadget adalah alat, bukan mainan yang selalu tersedia. Selain itu, penggunaan bergantian dapat menumbuhkan sikap sabar dan empati.

Mendidik anak di era digital membutuhkan keseimbangan antara pengawasan, kepercayaan, dan komunikasi. Teknologi bukan musuh, tetapi alat yang perlu diarahkan. 

Dengan pendampingan yang konsisten dan penuh kesadaran, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan bijak dalam menghadapi dunia digital.

Sumber: Healthy Children

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT