Sukabumi Update

Memilih Kutamara di Laut Selatan Sukabumi, Harta Kreativitas dan Pengetahuan Nusantara

Persiapan kegiatan Jampang Creative Camp (JCC) 2 Kutamara atau pantai Minajaya di pesisir Laut Selatan Sukabumi (Sumber: dok JCC)

SUKABUMIUPDATE.com - Jampang Creative Camp (JCC) yang diinisiasi Pakidoelan Laboratorium, Yayasan Sri Manggala Nusantara kembali digelar untuk edisi kedua pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Kegiatan ini akan berlangsung di Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi dengan tema Kutamara nu jadi Mahkota, Laut Kidul kudu jadi Harta.

Program Director JCC 2, S. Sophiyah K, menjelaskan tema tersebut menjadi ajakan reflektif bagi generasi muda untuk melihat kembali Pantai Minajaya yang dahulu dikenal dengan nama Kutamara sebagai kawasan geologi purba yang menyimpan nilai penting ilmu pengetahuan, biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Laut selatan bukan hanya ruang wisata, tetapi juga harta pengetahuan dan kreativitas yang perlu dijaga bersama, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan alih fungsi lahan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Distanhorti Jabar: Dari Masa Kolonial hingga Era Pertanian Modern

Berbeda dari kegiatan perkemahan pada umumnya, JCC 2 menitikberatkan pada proses inkubasi ide kreatif. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diberikan ruang untuk mempresentasikan gagasan dalam berbagai bentuk, mulai dari karya seni hingga model bisnis kreatif berbasis lingkungan.

Menariknya, ide-ide tersebut akan diuji langsung di hadapan praktisi seni budaya dan para profesional di bidang terkait. Peserta terpilih bahkan berkesempatan melanjutkan pengembangan karya pasca-kegiatan sebagai bagian dari komitmen JCC terhadap keberlanjutan ekonomi kreatif.

Daya tarik utama JCC 2 tahun ini adalah kolaborasi seni kontemporer bersama Program Inovasi Seni Nusantara LPPM MNP. Pengunjung akan disuguhkan pertunjukan tari kontemporer hasil workshop bersama koreografer Arbi Nuralamsyah, yang dipadukan dengan teknologi projection mapping animasi. Karya ini merepresentasikan ketegangan antara kewaspadaan dan harapan manusia dalam mencari keseimbangan baru di tengah ancaman krisis lingkungan.

Baca Juga: Respons Instruksi Bupati, Dinas PU Sukabumi Tinjau Dampak Banjir Sungai Ciparanje Tegalbuleud

Selain itu, JCC 2 menghadirkan rangkaian program edukatif dan apresiatif, meliputi talkshow kebudayaan yang membedah sejarah lingkungan dan ekosistem Pajampangan, workshop kreatif berbasis lingkungan, presentasi ide peserta, penganugerahan tokoh budaya, pertunjukan seni, hingga pemutaran film.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akan terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya akademisi dari Binus University Jakarta, Kampus MNP Tangerang, seniman puisi Anzar Mustikowati (Jakarta), serta M. Alnoza, MA, arkeolog dan filolog dari Depok.

Panitia mengundang pemuda, praktisi kreatif, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini yang akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 di Pantai Minajaya, Sukabumi Selatan. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan bit.ly/JampangCreativeCamp2026 atau menghubungi M. Ramdani di nomor +62 858-7208-4480.

Baca Juga: Harga Pangan Nasional Kompak Turun, Cabai Rawit Merah di Kota Sukabumi Naik Rp5 Ribu

“Mari belajar, berkarya, dan bersenang-senang dalam keajaiban alam. Kutamara nu jadi mahkota, laut kidul purba nu jadi harta,” tutup Sophiyah. (medpat)

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT