SUKABUMIUPDATE.com - Rasa empati merupakan kemampuan penting yang perlu ditanamkan sejak anak masih kecil. Dengan empati, anak mampu memahami perasaan orang lain, menempatkan diri pada situasi berbeda, serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Di usia 6–9 tahun, anak mulai banyak berinteraksi dengan lingkungan di luar keluarga sehingga kemampuan ini menjadi pondasi penting bagi perkembangan emosional dan sosialnya.
Empati tidak muncul secara otomatis sejak lahir. Anak perlu belajar dan melihat contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua. Oleh karena itu, peran keluarga sangat besar dalam membentuk sikap peduli dan kepekaan emosional anak.
Mengapa empati penting bagi anak?
Empati membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan yang perlu dihargai. Anak yang memiliki empati cenderung lebih mudah berteman, tidak mudah meremehkan orang lain, serta mampu bekerja sama dalam kelompok.
Sebaliknya, anak yang kurang empati berisiko bersikap cuek, sulit menjalin hubungan, bahkan cenderung menyakiti perasaan orang lain tanpa merasa bersalah.
Baca Juga: 14 Penyebab Ruam Gatal di Lengan dan Kaki yang Sering Tidak Disadari
Dalam jangka panjang, kurangnya empati dapat mempengaruhi kesehatan mental anak saat dewasa. Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah cemas, stres, atau kesulitan membangun relasi yang sehat. Inilah alasan mengapa menumbuhkan empati sejak dini menjadi hal yang sangat penting.
Cara Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak mengembangkan empati secara alami dalam kehidupan sehari-hari.
1. Pastikan Kebutuhan Emosional Anak Terpenuhi
Anak yang merasa dicintai, diperhatikan, dan didengarkan akan lebih mudah memahami perasaan orang lain. Saat anak terlihat sedih atau kecewa, orang tua perlu hadir, memberikan pelukan, dan kata-kata yang menenangkan.
2. Bantu Anak Mengenali dan Mengelola Emosi Negatif
Ajari anak bahwa marah, kecewa, atau cemburu adalah hal yang wajar, tetapi harus diekspresikan dengan cara yang tepat. Saat anak bertengkar dengan temannya, jangan langsung memarahi. Ajak anak tenang terlebih dahulu, lalu diskusikan apa yang ia rasakan dan bagaimana perasaan orang lain akibat tindakannya.
3. Ajak Anak Berbicara Tentang Perasaannya
Tanyakan apa yang ia rasakan ketika menghadapi situasi tertentu. Dengan begitu, anak belajar mengenali emosi diri sendiri sekaligus memahami bahwa orang lain juga memiliki perasaan yang sama.
4. Jadilah Teladan yang Baik
Anak adalah peniru ulung. Sikap empati orang tua dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu orang lain, berbicara dengan sopan, dan menghargai perbedaan, akan dengan mudah ditiru oleh anak.
5. Ajak Anak Melakukan Meditasi
Kegiatan ini membantu anak lebih tenang, fokus, dan peka terhadap perasaan diri sendiri maupun orang lain.
6. Menanamkan Pemahaman Bahwa Setiap Orang Memiliki Perbedaan
Jelaskan kepada anak bahwa perbedaan bukan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.
Baca Juga: Mengenal Windburn: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
7. Ajarkan Anak untuk Tidak Mengejek dan Melakukan Perundungan
Beri pemahaman bahwa kata-kata bisa melukai perasaan orang lain. Biasakan anak meminta maaf jika melakukan kesalahan dan menghargai perasaan teman-temannya.
Menumbuhkan rasa empati pada anak membutuhkan proses dan kesabaran. Orang tua perlu hadir secara emosional, memberikan contoh nyata, serta membimbing anak memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.
Sumber: hellosehat
Editor : Emi Amelia