Sukabumi Update

Beda Generasi: 5 Kebiasaan Gen Z yang Kerap Disalahpahami Boomer

Ilustrasi Beda Generasi: 5 Kebiasaan Gen Z yang Kerap Disalahpahami Boomer (Sumber: pexels.com/@Vlada Karpovich)

SUKABUMIUPDATE.com - Perbedaan zaman sering kali melahirkan perbedaan cara pandang. Apa yang dianggap produktif dan ideal oleh generasi boomer, tidak selalu sejalan dengan cara hidup Generasi Z. 

Akibatnya, tak sedikit kebiasaan Gen Z yang kerap dicap malas, padahal sebenarnya mencerminkan cara adaptasi terhadap dunia modern yang penuh tekanan dan perubahan cepat.

Alih-alih menilai secara sepihak, penting untuk memahami konteks di balik kebiasaan tersebut. 

Berikut kebiasaan Gen Z yang sering disalahpahami oleh generasi sebelumnya, namun justru memiliki alasan yang relevan dengan kondisi saat ini.

Baca Juga: Kejang Demam pada Anak: Penyebab, Tanda, dan Cara Penanganannya

Kebiasaan Gen Z yang Disalahpahami Boomer

1. Bekerja dari Rumah (WFH)

Bagi generasi boomer, bekerja identik dengan hadir secara fisik di kantor dari pagi hingga sore. Sementara itu, Gen Z melihat pekerjaan dari sisi hasil, bukan lokasi. Bekerja dari rumah sering dianggap kurang disiplin, padahal banyak Gen Z merasa justru lebih fokus dan produktif saat jauh dari distraksi kantor.

Selain itu, WFH membantu menghemat waktu perjalanan yang melelahkan. Energi yang biasanya habis di jalan bisa dialihkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih optimal atau mengembangkan keterampilan baru.

2. Memiliki Lebih dari Satu Pekerjaan

Jika boomer dikenal loyal pada satu pekerjaan dalam jangka panjang, Gen Z cenderung memilih memiliki pekerjaan sampingan. 

Bagi sebagian orang tua, hal ini terlihat tidak fokus. Namun, bagi Gen Z, side job adalah strategi bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.

Pekerjaan tambahan memberi rasa aman secara finansial sekaligus ruang untuk mengeksplorasi minat dan potensi diri di luar pekerjaan utama.

3. Mengutamakan Kesehatan Mental

Generasi boomer sering dibesarkan dengan prinsip bekerja keras tanpa banyak mengeluh. Sebaliknya, Gen Z lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental dan berani menempatkannya sebagai prioritas.

Baca Juga: Bisa Kontrol Gula Darah! Ini 7 Manfaat Buah Aprikot untuk Kesehatan yang Sayang Jika Dilewatkan

Bagi Gen Z, menjaga kondisi psikologis bukan tanda kemalasan, melainkan langkah preventif agar tidak mengalami burnout. Mereka percaya bahwa pikiran yang sehat akan menghasilkan kinerja yang lebih konsisten dan berkualitas.

4. Meluangkan Waktu untuk Perawatan Diri

Rutinitas perawatan diri seperti journaling, olahraga ringan, meditasi, atau sekadar menikmati waktu sendiri sering dianggap berlebihan. Namun, Gen Z memandang self-care sebagai cara menjaga keseimbangan hidup.

Dengan merawat tubuh dan pikiran, mereka bisa kembali menjalani aktivitas dengan energi yang lebih stabil. Kebiasaan ini bukan soal memanjakan diri, melainkan upaya menjaga kesehatan jangka panjang.

5. Mengutamakan Pengalaman Dibanding Harta

Jika boomer kerap mengukur kesuksesan dari aset dan kepemilikan, Gen Z lebih menghargai pengalaman hidup. Liburan, konser, atau waktu berkualitas bersama orang terdekat dianggap sebagai investasi kebahagiaan.

Bagi Gen Z, kenangan memiliki nilai emosional yang tidak bisa digantikan oleh benda. Mereka percaya hidup bukan hanya tentang menimbun harta, tetapi juga tentang menciptakan momen bermakna.

Baca Juga: Ada BLT, Bansos Ramadan 2026 Cair Februari: Cara Cek Nama Penerima Bantuan

Pada akhirnya, perbedaan kebiasaan ini bukan soal siapa yang benar atau salah. Gen Z dan boomer dibentuk oleh situasi zaman yang berbeda. Ketika kebiasaan Gen Z dipahami lebih dalam, label “malas” sering kali berubah menjadi cerminan adaptasi, kesadaran diri, dan cara bertahan di dunia yang terus berubah.

Editor : Emi Amelia

Tags :
BERITA TERKAIT