SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda bukan hanya alat komunikasi, namun cerminan budaya yang kaya akan nilai filosofis dan estetika. Salah satu yang paling menarik untuk dipelajari adalah Babasan.
Dalam sastra Sunda, Babasan adalah bagian dari pakeman basa, yaitu susunan bahasa yang bentuknya sudah tetap dan memiliki makna kiasan yang tidak bisa diartikan kata demi kata secara harfiah.
Jika disandingkan dengan bahasa Indonesia, Babasan memiliki kedudukan yang serupa dengan ungkapan, sementara dalam bahasa Inggris, fenomena linguistik ini dikenal sebagai idiom.
Baca Juga: 31 Contoh Babasan Sunda dan Artinya: Begog Alias Nyanyahoanan
Memahami Babasan sangatlah penting, terutama bagi generasi muda atau siapa pun yang ingin menyelami kearifan lokal masyarakat Sunda. Dengan menggunakan ungkapan-ungkapan ini, komunikasi menjadi lebih berwarna dan menunjukkan kedalaman pemahaman seseorang terhadap etika dan rasa dalam berbahasa.
Berikut ini adalah kumpulan 20 contoh Babasan Sunda yang telah kami rangkum secara rapi beserta maknanya untuk menambah wawasan Anda:
Daftar Babasan Sunda dan Artinya
1. Éléh déét- Ngéléhan manéh.
Artinya: Memiliki sikap rendah hati untuk mengalah demi kebaikan bersama.
2. Élmu ajug Pinter mapatahan batur tapi teu prak ku sorangan.
Artinya: Seseorang yang pandai menasihati orang lain, namun ia sendiri tidak menjalankannya.
3. Élmu angklung - Jolédar, tamélar atawa patukang tonggong jeung kolot.
Artinya: Kondisi hubungan yang tidak harmonis atau tidak sejalan dengan orang tua.
4. Élmu kepek - Pituduh tina buku atawa kitab anu acan diprakkeun ku sorangan.
Artinya: Menyebarkan petunjuk atau teori dari buku/kitab yang belum ia praktikkan sendiri.
5. Élmu sapi - Samiuk kana kagoréngan, guyub dina hal nu kurang hadé.
Artinya: Kekompakan atau solidaritas dalam melakukan hal-hal yang bersifat buruk.
6. Élmu tumbila - Pribumi ngarugikeun sémah.
Artinya: Situasi di mana tuan rumah justru bersikap merugikan atau menyusahkan tamunya.
7. Elok bangkong - Ampir sakarat; keur sakarat; ngan kari tunggu dawuh baé
Artinya: Kondisi seseorang yang sedang kritis atau dalam keadaan sakaratul maut.
8. Embung kakalangkangan - Embung kaéléhkeun.
Artinya: Sifat kompetitif yang tinggi dan tidak mau terkalahkan oleh orang lain.
9. Encer uteuk- Calakan.
Artinya: Sebutan bagi orang yang sangat cerdas, pintar, dan cepat menangkap pelajaran.
10. Epes méér - teu payaan, teu kaopan.
Artinya: Sifat seseorang yang sangat lemah mentalnya dan mudah menangis.
Baca Juga: 20 Paribasa Sunda untuk Menyindir Sifat Sombong: “Agul ku payung butut”
11. Éra parada - Éra ku lampah atawa omongan batur, nu matak aéb.
Artinya: Perasaan malu yang muncul akibat melihat perbuatan atau mendengar ucapan memalukan dari orang lain.
12. Euweuh carekeun - bageur, kayungyun.
Artinya: Sosok yang sangat baik hati, berperilaku terpuji, dan tidak memiliki cela.
13. Euweuh gadag - heuweuh hojah, euweuh kadaek.
Artinya: Seseorang yang tidak memiliki kemauan, daya upaya, atau inisiatif dalam hidup.
14. Euweuh siruaneunana - Eeuweuh pulunganeun nana atawa teu boga sipat-sipat nu hadé.
Artinya: Orang yang tidak memiliki sisi positif atau sifat baik yang bisa diteladani.
15. Ieu aing - adigung.
Artinya: Sifat sombong, angkuh, atau merasa diri sendiri paling hebat dibandingkan orang lain.
16. Indit sirib - Indit ngaleut ngabandaleut.
Artinya: Pergi atau melakukan perjalanan bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga.
17. Indung beurang - Paraji.
Artinya: Istilah tradisional untuk merujuk pada dukun beranak atau bidan tradisional.
18. Indung budak atawa indung barudak - Pamajikan.
Artinya: Panggilan atau istilah untuk merujuk pada sosok istri di dalam rumah tangga.
19. Ipis biwir - Babarian ceurik.
Artinya: Kondisi seseorang yang sangat sensitif dan mudah sekali menangis (cengeng).
20. Ipis burih - Borangan, euweuh kawani
Artinya: Sifat penakut, tidak bernyali, atau tidak memiliki keberanian menghadapi tantangan.
Baca Juga: 15 Tatarucingan Sunda Sareng Jawabanna: Kopeah Hejo, Baju Bodas, Naon Cing?
Itulah ulasan contoh Babasan dalam bahasa Sunda. Semoga artikel ini dapat memperkaya kosakata serta memperdalam apresiasi kita terhadap keunikan budaya lokal yang ada di Nusantara.
Sumber: Sundapedia.com
Editor : Ikbal Juliansyah