SUKABUMIUPDATE.com - Mendisiplinkan anak sejak kecil merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang. Disiplin bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tentang membantu anak mengenal waktu, tanggung jawab, dan batasan dalam kesehariannya.
Terutama pada usia 6–9 tahun, anak mulai belajar membedakan mana perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Agar proses ini berjalan tanpa tekanan, orang tua perlu menerapkan cara yang tepat dan konsisten.
Berikut beberapa cara mendisiplinkan anak yang bisa diterapkan sejak dini.
Cara Mendisiplinkan Anak Sejak Dini
1. Buat jadwal kegiatan bersama anak
Mengajak anak menyusun jadwal harian dapat melatihnya mengatur waktu dengan lebih terarah. Mulailah dari aktivitas sederhana, seperti bangun tidur, belajar, bermain, hingga waktu tidur. Sertakan keterangan jam agar anak memahami urutan kegiatan. Jadwal yang dibuat bersama akan terasa lebih menyenangkan dan mudah dipatuhi.
Baca Juga: 7 Karakter Anak yang Berpotensi Menjadi Pemimpin di Masa Depan
2. Tetap sediakan waktu luang
Disiplin bukan berarti mengisi seluruh waktu anak dengan aktivitas. Anak tetap membutuhkan waktu bebas untuk bermain atau beristirahat. Dengan adanya waktu luang, anak tidak merasa tertekan dan lebih siap mengikuti jadwal yang sudah disepakati.
3. Beri tahu apa yang sebaiknya dilakukan
Daripada fokus melarang, akan lebih efektif jika orang tua menjelaskan apa yang boleh dilakukan anak. Gunakan kalimat sederhana dan mudah dipahami. Cara ini membantu anak mengingat perilaku yang diharapkan tanpa merasa disalahkan.
4. Hindari aturan yang terlalu ketat
Aturan yang terlalu kaku dapat membuat anak merasa terkekang. Tetapkan batasan hanya pada hal-hal penting dan jelaskan alasannya. Anak tetap perlu ruang untuk bereksplorasi, selama ia memahami batas yang ada.
5. Jangan menceramahi terlalu panjang
Nasihat yang terlalu panjang justru sering diabaikan anak. Sampaikan arahan secara singkat, jelas, dan konsisten. Jelaskan perilaku apa yang perlu diperbaiki tanpa nada menyalahkan.
Baca Juga: 10 Cara Efektif Menumbuhkan Karakter Kepemimpinan Anak Usia Dini
6. Penuhi kebutuhan nutrisi anak
Anak yang cukup gizi akan lebih mudah mengikuti aktivitas dan fokus pada jadwalnya. Pastikan anak mengonsumsi makanan sehat dan seimbang agar energi dan konsentrasinya terjaga sepanjang hari.
7. Jangan mengubah-ubah aturan dan hukuman
Aturan yang tidak konsisten dapat membingungkan anak. Jika ada perubahan aturan seiring bertambahnya usia, jelaskan alasannya dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak tidak merasa diperlakukan tidak adil.
8. Samakan pola asuh dengan pengasuh lain
Semua orang yang terlibat dalam pengasuhan anak perlu menerapkan aturan yang sama. Ketidaksamaan sikap antara orang tua dan pengasuh lain bisa membuat anak bingung dan cenderung melanggar aturan.
9. Jadilah contoh yang baik
Anak belajar dengan meniru. Ketika orang tua menerapkan hidup yang teratur dan disiplin, anak akan mengikuti kebiasaan tersebut secara alami.
10. Hindari kekerasan dalam mendisiplinkan
Kekerasan bukan solusi dalam mendidik anak. Cara ini justru mengajarkan anak meluapkan emosi secara tidak sehat. Pendekatan yang lembut dan penuh pengertian akan membantu anak belajar disiplin dengan lebih baik.
Baca Juga: 6 Manfaat Rebung bagi Kesehatan, Lengkap dengan Kandungan Gizi dan Efek Sampingnya
Disiplin yang diterapkan sejak dini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu mengatur waktu. Dengan pendekatan yang konsisten, penuh kesabaran, dan tanpa kekerasan, anak dapat belajar disiplin tanpa merasa tertekan.
Sumber: Kidshealth
Editor : Emi Amelia