SUKABUMIUPDATE.com - Tatarucingan mangrupakeun tradisi lisan masarakat Sunda anu ngagambarkeun sipat humoris sarta kréativitas dina basa.
Salaku kaulinan tebak-tebakan, tatarucingan sering mintonkeun patalékan anu unik kalayan jawaban anu sakapeung mah ngan saukur "plesetan". Tradisi ieu dipercaya geus raket pisan jeung kamekaran budaya Sunda ti baheula.
Pikeun ngamumulé ieu kearifan lokal, urang tiasa ningali kumpulan conto tatarucingan anu disadur tina karya dr. H. G. Taigan pikeun dipaké nalika ngayakeun acara riung mungpulung.
Baca Juga: 20 Contoh Babasan Sunda dan Artinya yang Relate dengan Kehidupan Sehari-hari
1. Dibagikeun teu beak, dibawa teu beurat
Jawabanna: Pangarti atau Pengetahuan
Keterangan: Pengetahuan seseorang harus diamalkan kepada masyarakat. Mengamalkan pengetahuan itu dianggap membagikan. Pengetahuan ada dalam otak oleh karena itu ke mana saja pergi ikut terbawa, tetapi tidak mengganggu atau menjadi beban malahan meringankan; itulah sebabnya dikatakan dibawa tidak berat.
2. Dibeuweung diutahkeun
Jawabanna: Tiwu atau Tebu
Keterangan: Kalau kita mengunyah sesuatu biasanya dilanjutkan dengan menelannya. Lain halnya dengan memakan tebu; yang diambil hanya airnya, maka dari itu walau dikunyah lama-lama, kalau airnya sudah keluar, ampasnya dibuang (dimuntahkan).
3. Naon anu sok diterapkeun dina bilik, lamun geus waktuna disada?
Jawabanna: Jam atau Jam dinding
Keterangan: Yang biasa dilekatkan di dinding banyak sekali, terutama hiasan-hiasan rumah. Semua hiasan itu pada umumnya mati. Tetapi ada benda yang ,hidup" dan berbunyi sesuai dengan waktu, yaitu jam dinding.
Baca Juga: 31 Contoh Babasan Sunda dan Artinya: Begog Alias Nyanyahoanan
4. Biwir diadu biwir, leungeun rumpu-rampa, tapi raoseun
Jawabanna: Anu nyuling atau Yang meniup seruling
Keterangan: Bila seseorang meniup seruling maka bibirnya beradu dengan "bibir" suling (lubang tempat meniup), sedangkan jari-jari tangannya meraba mencari lubang seruling, sesuai dengan irama yang dibutuhkan. Kalau terjadi demikian maka suara seruling itu merdu dan mengasyikkan, sedap didengar.
5. Digeol-geol bijil bobodasna
Jawabanna: Beas nu diisikan atau Beras yang sedang dicuci.
Keterangan: Kalau mencuci beras, beras dalam bakul diaduk-aduk ke kiri ke kanan dengan tangan. Kalau beras itu disiram dengan air maka lepaslah kulit ari beras itu, kalau beras putih maka air cucian itu berwarna putih.
6. Dipencet kaluar nu bodas!
Jawabanna: Odol atau Tapal gigi
Keterangan: Tapal gigi warnanya putih. Tapal gigi juga biasanya berada dalam suatu tube. Apabila tube itu dipijit, maka keluarlah tapal gigi yang putih itu. Itulah sebabnya dikatakan dipijit, keluar yang putih.
Baca Juga: 20 Paribasa Sunda untuk Menyindir Sifat Sombong: “Agul ku payung butut”
7. Di kor kor lain bokor, di sisi lain anjing
Jawabanna: Korsi atau Kursi.
Keterangan: Kor, kor yaitu perulangan dari suku kata pertama pada kata korsi (kursi). Maka dengan sendirinya bukan bokor. Si adalah kata untuk menghalau anjing; si pada kalimat di atas adalah suku kata kedua pada kata korsi, maka dari itu di sisi ( diusir) jelas bukan anjing.
8. Buah naon anu awakna pinuh ku panon?
Jawabanna: Ganas atau Nanas
Keterangan: Pohon nanas berbuah tunggal. Kalau dilihat bentuknya buah nanas sangat menarik, kulitnya seperti sisik ikan besar, dan di dalam sisik (kulit) itu ada lubang hitam yang agak ke dalam menembus sebagian daging menyerupai mata. Karena mata itu penuh menaburi tubuhnya, maka dikatakan penuh dengan mata.
9. Buah naon anu panggeulisna, lamun diwedak bodas
Jawabanna: Kesemek
Keterangan: Ada semacam buah kalau diperam tidak seperti buah lain. Buah ini harus direndam dalam air kapur, kemudian dijemur dan kalau sudah kering putih rata karena kapur. Jadi putih karena disengaja seperti berbedak, dan barulah buah itu bisa dimakan. Buah itu adalah buah kesemek.
10. Buah dina tangkal, tangkal dina buah
Jawabanna: Ganas atau Nanas
Keterangan: Buah biasanya ada pada pohon atau pada ranting. Tetapi nanas buah tunggal, dan buahnya itu merupakan kelanjutan dari batang. Karena itu fungsi batang untuk menyangga buah. Dan di ujung buah itu terdapat lagi bakal pohon.
Baca Juga: 15 Tatarucingan Sunda Sareng Jawabanna: Kopeah Hejo, Baju Bodas, Naon Cing?
11. Pakurawet pakuranteng, buahna beureum jeung hideung
Jawabanna: Saga
Keterangan: Saga tumbuhan yang merayap, karena itu batang, dahan dan ranting berentangan, berjalin-jalin seperti benang kusut. Apabila berbuah dan buahnya sudah masak berbentuk biji yang warnanya sebagian hitam pekat dan sebagian besar lagi berwarna merah.
12. Buah naon anu ngajurung indit (miang)?
Jawabanna: Buah namnam
Keterangan: Nama buah-buahan beraneka ragam. Ada nama buah dalam bahasa Sunda yang berarti menyuruh pergi atau berangkat. Kata tersebut ialah namnam yang berarti ayo pergi, ayo berangkat.
13. Buah naon anu ngeunah kana sirah?
Jawabanna: Kapuk
Keterangan: Kalau orang tidur maka kepala biasanya diganjal dengan bantal. Bantal diisi dengan kapuk. Karena kapuk bisa dibuat bantal dan bantal penting dan berguna, juga mengenakkan kepala, hila kita berbaring maka buah kapuk dikatakan mengenakkan kepala.
14. Buah seuneu, tangkal beusi
Jawabanna: Damar atau Lampu
Keterangan: Sulit untuk membayangkan kalau pohon besi, buahnya api. Sebenarnya yang dimaksud adalah lampu minyak tanah. Lampu itu memakai sumbu. Sumbu tidak bisa tegak kalau tidak ada pipa kecil tempat menyangga sumbu, inilah tiang besi. Sedangkan kalau dinyalakan lampunya akan menyala seolah-olah buahnya. Itulah pohon besi buah api.
15. Buah kai nanyakeun lauk?
Jawabanna: Manalika atau Sirsak (nangka Belanda).
Keterangan: Dalam bahasa Sunda ada sejenis buah yang disebut buah manalika (sirsak) disebut juga nangka Belanda. Lika artinya ikan, jadi kalau disebutkan manalika, diasosiasikan dengan menanyakan mana ikan. Itulah buah kayu menanyakan ikan.
Editor : Ikbal Juliansyah