Sukabumi Update

Doa Malam Nisfu Syaban: Memohon Ampunan dan Perbaikan Takdir

Ilustrasi berdoa. Doa Malam Nisfu Syaban: Memohon Ampunan dan Perbaikan Takdir (Sumber : Freepik.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Malam Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban dalam kalender Islam yang dikenal sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan muhasabah diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk bersimpuh kepada Allah SWT dengan penuh harap, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, keberkahan hidup, serta kebaikan di dunia dan akhirat.

Pada tahun 1447 Hijriah, malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026. Para ulama menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban memiliki banyak keutamaan. Salah satunya disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jilani, yang menyebut malam ini sebagai lailah mubarakah (malam yang diberkahi). Pada malam tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat, keberkahan, kebaikan, serta ampunan bagi hamba-hamba-Nya.

Malam Nisfu Syaban juga dikenal dengan sebutan lailatul bara’ah atau malam pembebasan. Syekh Abdul Qadir al-Jilani menjelaskan:

وقيل وانما سميت ليلة البراءة لأن فيها براءتين براءة للأشقياء من الرحمن وبراءة للأولياء من الخذلان

Artinya: “Dikatakan bahwa malam Nisfu Syaban disebut malam pembebasan karena di dalamnya terdapat dua pembebasan. Pertama, pembebasan untuk orang-orang celaka dari siksa Allah Yang Maha Pengasih. Kedua, pembebasan untuk para kekasih Allah dari kehinaan.”
(Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 283)

Makna pembebasan ini menunjukkan luasnya rahmat Allah SWT, di mana hamba-hambanya diberi kesempatan untuk kembali, memperbaiki diri, dan memohon perubahan takdir menuju kebaikan.

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Jadwal, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan

Doa Malam Nisfu Syaban

Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah membaca doa,  Salah satu doa yang sering dibaca pada malam Nisfu Syaban adalah doa yang dipanjatkan oleh Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yang diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dan termaktub dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin. Doa ini dapat dibaca mulai Senin petang, 2 Februari 2026, baik secara pribadi maupun berjamaah.

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ 

Bacaan latin: Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti. 

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keagungan-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, para pelita hikmah, para pemilik nikmat, dan sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka. Jangan Engkau hukum aku karena kelengahan dan kelalaianku. Jangan Engkau jadikan akhir urusanku sebagai kerugian dan penyesalan. Ridailah aku, karena sesungguhnya ampunanmu untuk orang-orang zalim dan aku termasuk di antaranya.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang tidak merugikanmu dan berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat bagimu. Sesungguhnya rahmatmu Maha Luas dan hikmahmu Maha Indah. Berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, rasa syukur, perlindungan, dan ketakwaan. Curahkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku dan kepada para kekasihku karenamu. Berilah aku kemudahan dan jangan Engkau sertakan kesulitan bersamanya. Limpahkan pula karunia tersebut kepada keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku karenamu, serta kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat.”
(Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 249)

Doa Malam Nisfu Syaban merupakan ungkapan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT, memohon ampunan, perlindungan, kelapangan rezeki, serta perbaikan takdir menuju kebaikan. Malam yang penuh rahmat ini menjadi kesempatan berharga untuk membersihkan hati dan memperkuat spiritualitas sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadan dengan jiwa yang lebih tenang dan bersih.

Baca Juga: Kandungan Airnya Tinggi, Ini 7 Manfaat Semangka untuk Kesehatan Tubuh

Sumber: NU Online

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT