SUKABUMIUPDATE.com - Malam Nisfu Syaban dikenal memiliki keistimewaan tersendiri dalam penanggalan Islam. Momen ini dimanfaatkan umat Muslim di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak ibadah, memanjatkan doa, serta memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Apa Itu Malam Nisfu Syaban?
Secara bahasa, "Nisfu" berarti pertengahan, sedangkan "Sya'ban" adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Oleh karena itu, Nisfu Syaban merujuk pada malam ke-15 bulan Sya'ban.
Malam ini diyakini sebagai waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amalan-amalan ibadah lainnya.
Lalu Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa?
Pada tahun 2026, malam Nisfu Syaban jatuh pada hari Senin malam, 2 Februari 2026, setelah matahari terbenam. Malam ini bertepatan dengan tanggal 15 Syaban 1447 Hijriah.
Malam ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan. Oleh sebab itu, mengetahui waktu pastinya membantu dalam mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Syaban
1. Mengerjakan Salat Malam
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat malam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Setelah mengetahui kapan malam ini jatuh, luangkan waktu untuk menunaikan salat tahajud.
2. Membaca Al-Qur'an
Malam Nisfu Syaban adalah kesempatan baik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an. Dengan mengetahui tanggalnya, seseorang dapat merencanakan waktu khusus untuk memperdalam bacaan kitab suci.
3. Memperbanyak membaca dua kalimat syahadat
Dua kalimat syahadat merupakan lafaz yang mulia dan dianjurkan untuk dibaca kapan saja dan di mana saja, terlebih pada malam Nisfu Syaban. Sayyid Muhammad bin Alawi dalam kitab Ithmi’nânul Qulûb Bidzikri ‘Allâmil Ghuyûb menjelaskan bahwa:
“Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, khususnya bulan Syaban dan malam pertengahannya".
4. Memperbanyak Istighfar dan Doa
Malam Nisfu Syaban merupakan waktu terbaik untuk memohon ampun kepada Allah. Dengan mengetahui kapan malam ini tiba, umat Islam dapat mempersiapkan diri agar tidak melewatkan kesempatan berharga ini.
Doa Nisfu Syaban
Mengutip NU Online, di malam Nisfu Syaban seorang Muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah agar diberi umur panjang, rezeki yang luas, serta keimanan yang teguh. Selain itu, umat Islam sering membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali di sela-sela doa mereka.
Menurut Sayyid Utsman bin Yahya, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Nisfu Syaban guna memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah.
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya:
“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”
Sumber: NU Online
Editor : Ikbal Juliansyah