Sukabumi Update

Jaga Kebersamaan, Puskesmas Bojonggenteng Rutin BASO SEHAT dan Tamat Al-Qu'ran

Selain BASO SEHAT, Puskesmas Bojonggenteng juga menjalankan inovasi KESELAMATAN, singkatan dari Kegiatan Selasa Tamat Al-Qur’an. (Sumber: dok puskemas)

SUKABUMIUPDATE.com - UPTD Puskesmas Bojonggenteng menghadirkan dua inovasi bernuansa religius yang hingga kini masih terus berjalan, yakni BASO SEHAT dan KESELAMATAN. Kedua program tersebut lahir dari refleksi internal puskesmas, terutama pada masa pandemi COVID-19.

Humas Puskesmas Bojonggenteng, Rahmat Hidayat, menuturkan bahwa inovasi BASO SEHAT atau Baca Sholawat Setiap Jum’at mulai digagas sejak beberapa tahun lalu. Ia menyebut, ide tersebut muncul di tengah kondisi pandemi yang kala itu masih sangat rentan.

“Waktu itu masih masa-masa rentan COVID. Saya menciptakan kegiatan ini mudah-mudahan dengan sholawat kita juga bisa terjaga,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Komisi II DPRD Jabar Temui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lina: Banyak Kolam Bocor Tak Terawat

Rahmat menjelaskan, hingga saat ini BASO SEHAT tetap konsisten dilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan dilakukan sebelum aktivitas pelayanan dimulai, tepatnya usai apel pagi, dengan membaca sholawat bersama seluruh pegawai puskesmas.

Selain BASO SEHAT, Puskesmas Bojonggenteng juga menjalankan inovasi KESELAMATAN, singkatan dari Kegiatan Selasa Tamat Al-Qur’an. Dalam kegiatan ini, para pegawai yang berjumlah lebih dari 30 orang secara bersama-sama menuntaskan bacaan satu Al-Qur’an setiap hari Selasa.

“Karena kita lebih dari 30 orang, satu orang satu juz. Jadi seminggu sudah beres,” jelasnya.

Baca Juga: Komitmen Ayep Zaki Wujudkan Sukabumi Kota Wakaf Tak Bisa Dibendung, Ini Tujuannya

Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya juga dilakukan saling koreksi bacaan, khususnya pada aspek tajwid. Menurutnya, hal ini menjadi pembelajaran bersama bagi pegawai yang terlibat.

Rahmat menilai, kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi aparatur yang sering kali disibukkan oleh pekerjaan sehingga sulit meluangkan waktu membaca Al-Qur’an secara mandiri di rumah.

“Kalau dibagi satu per satu kan ringan. Minimal aparatur kita dibekali,” katanya.

Baca Juga: Tradisi Papajar Sambut Ramadan, Muara Cipamarangan Jadi Destinasi Warga Pajampangan

Sejauh ini, respon dari tenaga kesehatan dan staf puskesmas dinilai cukup positif. Rahmat menyebut, perlahan kualitas bacaan pegawai mulai mengalami peningkatan dibandingkan awal kegiatan dijalankan.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai. Dari yang dibaca surat At-Takatsur sampai terakhir, tajwidnya mulai tertata,” ungkapnya.

Selain aspek religius, kegiatan tersebut juga berdampak pada kebersamaan di lingkungan kerja. Rahmat mengatakan, setiap selesai apel dan kegiatan, para pegawai terbiasa saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi.

Baca Juga: Ammar Zoni Tulis Surat ke Presiden Prabowo, Memohon Amnesti Rehabilitasi

“Kebersamaan jadi lebih terasa. Kita selalu bersalaman setiap selesai apel,” ujarnya.

Ke depan, Rahmat berharap inovasi BASO SEHAT dan KESELAMATAN dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pengembangan inovasi lainnya, baik di lingkungan puskesmas maupun di tengah masyarakat.

“Harapannya mudah-mudahan bisa diterapkan di inovasi-inovasi yang lain. Berbuatlah kebaikan, baik untuk warga masyarakat maupun kita sesama muslim,” pungkasnya. (adv)

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT