SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan ampunan. Di bulan inilah setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperbanyak amal saleh. Berikut tujuh amalan Ramadan yang memiliki pahala besar:
1. Puasa dengan Penuh Keimanan dan Keikhlasan
Puasa adalah amalan istimewa yang ganjarannya langsung dari Allah SWT. Dalam hadis qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan:
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa jika dilakukan dengan iman dan penuh harap kepada Allah.
Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-4: Mohon Kekuatan, Kenikmatan Zikir, dan Perlindungan Allah
2. Salat Tarawih (Qiyamul Lail)
Salat malam di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan (salat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Salat tarawih menjadi salah satu ciri khas Ramadan yang sayang jika dilewatkan.
3. Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Rasulullah ﷺ juga lebih sering bertadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril pada bulan Ramadan (HR. Bukhari). Membaca satu huruf Al-Qur’an saja sudah bernilai pahala, terlebih lagi di bulan penuh berkah ini.
4. Bersedekah
Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadis disebutkan:
“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi makan orang yang berpuasa pun mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun (HR. Tirmidzi).
Baca Juga: Mencicipi Masakan Saat Puasa Ramadan Apakah Bikin Batal? Ini Hukumnya
5. Memperbanyak Doa dan Zikir
Ramadan adalah waktu mustajab untuk berdoa. Allah SWT berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku…” (QS. Al-Baqarah: 186)
Zikir dan doa, terutama saat berbuka dan di sepertiga malam terakhir, menjadi kesempatan emas meraih ampunan dan rahmat Allah.
6. I’tikaf di 10 Hari Terakhir
Rasulullah ﷺ selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar (HR. Bukhari dan Muslim). Lailatul Qadar sendiri memiliki keutamaan luar biasa:
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Artinya, satu malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama lebih dari 83 tahun.
7. Menjaga Lisan dan Akhlak
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga sikap. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan amarah adalah amalan yang menyempurnakan pahala puasa.
Ramadan adalah kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Jangan sampai bulan penuh rahmat ini berlalu tanpa amal terbaik kita.
Baca Juga: Sinopsis Film Pavane, Menghadirkan Kisah Menyembuhkan Luka yang Menyentuh
Sumber; Berbagai sumber
Editor : Silvi Maharani