SUKABUMIUPDATE.com - Penguatan peran keluarga menjadi salah satu program kerja pengentasan masalah sosial dan kesehatan masyarakat yang akan diperkuat pemerintah Kota Sukabumi. DP2KBP3A atau Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, akan meluncurkan PONSEL AYEUNA, satu dari sejumlah program prioritas yang dibahas dalam Forum Perangkat Daerah 2026.
Kepala DP2KBP3A, Yadi Mulyadi dalam sambutannya, menegaskan Ponsel Ayeuna adalah pos konseling keluarga yang akan ada di tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. “Ini adalah program penguatan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.” ungkapnya, dalam FPD DP2KBP3A Kota Sukabumi, Jumat 13 Februari 2026.
Forum ini dihadiri oleh seluruh perwakilan perangkat daerah dan elemen serta komunitas yang selama ini bersinergi dengan DP2KBP3A Kota Sukabumi. Juga hadir Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Asisten Daerah I Setda Kota Sukabumi, Fajar Rajasa; para Ketua PKK; serta kader Posyandu.
Baca Juga: Sinopsis Para Pencari Tuhan Jilid 19 Eps 6: Ormas BARBAR Mau Ganti Nama Jadi MBG
“Fokus FPD hari ini adalah memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama, menurunkan stunting dari hulu, serta membangun organisasi yang solid dan berintegritas,” tegas Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, dilansir dari portal KDP.
Dalam arahannya, Ranty menekankan pentingnya pengelolaan emosi dalam rumah tangga sebagai pondasi membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Ia mengingatkan agar setiap keputusan tidak diambil dalam kondisi marah, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi.
“Mari kita berproses. Tahan dulu emosi, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Hanya Faktor Genetik, Ini Penyebab Kanker Darah yang Jarang Disadari
Dalam konteks organisasi, Ranty menegaskan bahwa kepercayaan dibangun atas dasar kompetensi dan integritas. Ia mengutip prinsip ability builds trust, yakni memahami pekerjaan dengan baik, mengambil keputusan yang rasional, konsisten antara perkataan dan tindakan, serta bersikap tegas dan adil.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada niat menjatuhkan satu sama lain serta menjaga kekompakan tim. Menurutnya, posisi dalam organisasi ditentukan oleh struktur, bukan semata usia atau pengalaman. Instruksi pimpinan merupakan bagian dari peran organisasi, bukan persoalan personal.
Selain penguatan kelembagaan, FPD juga memfokuskan program prioritas pada percepatan penurunan stunting. Ranty menekankan pentingnya intervensi sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Baca Juga: Sinopsis Film Titip Bunda di Surgamu, Drama Keluarga Penuh Haru
Ia mendorong edukasi kepada orang tua agar memberikan asupan bergizi seimbang dan membangun paradigma bahwa satu telur lebih bernilai dibanding satu bungkus mi instan.
Protein hewani, katanya, menjadi unsur penting bagi perkembangan otak anak dan harus diberikan secara rutin.
Selain itu, aspek sanitasi, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan, serta kesiapsiagaan bencana seperti banjir juga menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Kumur-kumur Air Wudhu Lalu Tertelan, Apakah Puasa Ramadan Batal? Ini Kata Buya Yahya
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi remaja melalui program Generasi Berencana (Genre) agar kesiapan emosional dan perencanaan keluarga dipikirkan secara matang sebelum menikah.
Faktor kemiskinan, kekurangan gizi, dan sanitasi harus ditangani secara terpadu melalui kolaborasi lintas dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Menutup arahannya, Ranty mengingatkan pentingnya komunikasi efektif dalam organisasi. Miskomunikasi dapat terjadi ketika pesan yang disampaikan tidak diterima sebagaimana mestinya. Ia meminta seluruh elemen menghindari “noise” dalam komunikasi, termasuk asumsi pribadi yang dapat menghambat koordinasi.
Baca Juga: Bantah Kabar Tak Akur, Geni Faruk dan Aurel Hermansyah Foto Bareng di Ultah Ameena
“Kerja tim harus solid. Jangan hiraukan sikap sinis yang merusak suasana. Kita bahu-membahu agar tugas berjalan dengan baik,” pungkasnya. (adv)
Editor : Fitriansyah