Sukabumi Update

Tumbuh dalam Kekerasan: Dampak KDRT terhadap Mental dan Perkembangan Psikologis Anak

Ilustrasi. Dampak KDRT terhadap Mental dan Perkembangan Psikologis Anak (Foto: Pixabay)

SUKABUMIUPDATE.com - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan hanya menyisakan luka bagi pasangan yang menjadi korban, tetapi juga meninggalkan dampak mendalam bagi anak-anak yang menyaksikan atau mengalaminya secara langsung. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru berubah menjadi sumber ketakutan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan berisiko mengalami gangguan mental dan hambatan perkembangan psikologis dalam jangka pendek maupun panjang.

Dikutip dari World Health Organization (WHO), paparan kekerasan dalam rumah tangga dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental anak, termasuk meningkatkan risiko depresi, kecemasan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), hingga perilaku agresif. Anak yang hidup dalam situasi penuh konflik cenderung mengalami rasa tidak aman, ketakutan berkepanjangan, dan stres kronis.

Sementara itu,dilasir dari UNICEF menegaskan bahwa anak yang menyaksikan kekerasan di rumah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan emosional, kesulitan belajar, serta masalah dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Baca Juga: Nonton Film Porno Saat Puasa Ramadan, Apakah Batal? Ini Hukumnya

Dampak terhadap Kesehatan Mental Anak

Berikut beberapa dampak psikologis yang umum terjadi:

  • Gangguan Kecemasan dan Ketakutan Berlebihan, Anak menjadi mudah cemas, sensitif terhadap suara keras, dan selalu merasa terancam.
  • Depresi dan Menarik Diri, Lingkungan yang tidak stabil dapat membuat anak merasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat bermain, bahkan menarik diri dari pergaulan.
  • Trauma dan PTSD, Paparan kekerasan berulang dapat memicu mimpi buruk, kilas balik kejadian (flashback), serta gangguan tidur.
  • Perilaku Agresif atau Meniru Kekerasan, Anak dapat meniru pola perilaku yang dilihatnya. Anak yang tumbuh dalam kekerasan lebih berisiko menjadi pelaku atau korban kekerasan di masa dewasa.

Baca Juga: 7 Cara Mengendalikan Emosi Saat Puasa agar Tidak Mudah Marah

Dampak terhadap Perkembangan Psikologis

Tidak hanya kondisi mental sesaat, KDRT juga mempengaruhi perkembangan psikologis jangka panjang:

  • Harga diri rendah karena tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik dan ketakutan.
  • Kesulitan regulasi emosi, sehingga mudah marah atau sulit mengendalikan perasaan.
  • Gangguan perkembangan sosial, seperti sulit percaya pada orang lain.
  • Masalah akademik, akibat stres dan kurangnya konsentrasi.

Stres kronis pada masa kanak-kanak juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, terutama pada area yang mengatur emosi dan pengambilan keputusan.

Pengalaman kekerasan di masa kecil berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan mental di masa dewasa, penyalahgunaan zat, hingga pola hubungan yang tidak sehat. Trauma masa kecil yang tidak ditangani dapat terbawa hingga usia dewasa dan 

KDRT bukan hanya persoalan antara suami dan istri, melainkan masalah serius yang berdampak langsung pada masa depan anak. Tumbuh dalam kekerasan dapat meninggalkan luka batin yang dalam, mempengaruhi kesehatan mental, serta menghambat perkembangan psikologis anak.

Baca Juga: Bahaya Tidur Setelah Sahur, dari Asam Lambung hingga Berat Badan Naik

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT