Sukabumi Update

Sering Kesal? Ini Cara Bijak Menghadapi Orang yang Terlalu Banyak Bicara

Ilustrasi komunikasi satu arah. Cara menghadapi orang yang banyak bicara. (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Berinteraksi dengan orang yang terlalu banyak bicara memang bisa menguras energi. Percakapan terasa satu arah, kita sulit menyela, bahkan kadang pembahasan melebar ke mana-mana. Jika terjadi sesekali mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi jika sering, rasa kesal dan lelah bisa muncul.

Alih-alih terpancing emosi, ada cara bijak untuk menyikapinya agar hubungan tetap baik tanpa mengorbankan kenyamanan diri sendiri.

1. Pahami Dulu Alasannya

Tidak semua orang yang banyak bicara bermaksud mendominasi. Ada yang memang tipe ekstrovert, ada yang gugup sehingga berbicara terus-menerus, atau merasa tidak didengarkan di lingkungan lain. Dengan memahami kemungkinan alasan di balik perilakunya, kita bisa lebih tenang dan tidak langsung bereaksi negatif.

Empati membantu kita mengontrol emosi sebelum merespons.

Baca Juga: Tak Hanya Segar Saat Ramadan, 10 Manfaat Kolang-Kaling Untuk Kesehatan

2. Gunakan Bahasa Tubuh yang Tegas namun Sopan

Jika percakapan mulai terlalu panjang, gunakan bahasa tubuh yang memberi sinyal alami, seperti:

  • Menarik napas seolah ingin berbicara
  • Mengangkat tangan sedikit sebagai tanda ingin menambahkan
  • Mencondongkan tubuh ke depan dan menyebut namanya
  • Sinyal nonverbal sering kali efektif tanpa perlu memotong secara kasar.

3. Sela dengan Kalimat Transisi yang Halus

Daripada memotong secara tiba-tiba, gunakan kalimat penghubung seperti:

  • “Menarik sekali, aku jadi ingat…”
  • “Boleh aku tambahkan sedikit?”
  • “Aku setuju, tapi menurutku…”

Cara ini membuat percakapan terasa tetap dua arah tanpa menyinggung perasaan.

4. Tetapkan Batasan Jika Diperlukan

Jika orang tersebut sering menghabiskan waktumu, terutama di lingkungan kerja, kamu berhak menetapkan batasan. 

Batasan bukan berarti tidak sopan, melainkan bentuk menjaga kesehatan mental dan produktivitas.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele! 8 Bentuk Kekerasan terhadap Anak dalam Rumah Tangga

5. Jangan Terpancing Emosi

Semakin kita kesal, semakin sulit berpikir jernih. Jika merasa mulai terganggu, tarik napas dalam-dalam dan fokus pada pengendalian diri. Ingat bahwa kita tidak bisa mengontrol orang lain, tetapi bisa mengontrol cara meresponsnya. Tenang adalah kekuatan.

6. Pilih Waktu yang Tepat untuk Memberi Masukan

Jika hubungan cukup dekat, kamu bisa menyampaikan dengan jujur namun lembut. Komunikasi yang terbuka seringkali justru memperbaiki kualitas hubungan.

Menghadapi orang yang terlalu banyak bicara memang bisa memicu rasa kesal, tetapi emosi bukanlah solusi. Dengan empati, komunikasi yang halus, dan batasan yang sehat, kita tetap bisa menjaga hubungan tanpa mengorbankan kenyamanan diri. Bijak dalam bersikap bukan berarti diam saja, melainkan tahu kapan harus berbicara dan bagaimana menyampaikannya dengan tepat.

Baca Juga: Catat! Segini Besaran Zakat Fitrah 2026 untuk Kota dan Kabupaten Sukabumi

Sumber: berbagai sumber 

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT