SUKABUMIUPDATE.com - Ustadz Adi Hidayat melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official menjelaskan tentang doa yang dianjurkan dibaca pada waktu subuh di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Menurutnya, sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan yang sangat besar. Beberapa ulama menjelaskan, berdasarkan riwayat-riwayat sahih dari Nabi Muhammad SAW, pada fase ini terdapat peluang yang sangat besar bagi seorang muslim untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar sepenuhnya berada dalam kuasa Allah. Malam tersebut bisa saja terjadi di awal Ramadan, pertengahan Ramadan, ataupun di akhir Ramadan.
Baca Juga: Tol Bocimi Seksi 3 Ditarget Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026, Pangkas 7 Titik Kemacetan
Namun dalam praktik kehidupan Nabi Muhammad SAW, banyak riwayat menunjukkan bahwa Lailatul Qadar sering kali hadir pada malam-malam terakhir Ramadan.
Ilustrasi berdoa.
Sejumlah riwayat bahkan menyebutkan kemungkinan terjadinya pada malam ke-27, sementara riwayat lain menyebut malam ke-23.
Doa tersebut berbunyi:
“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni”
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Karena itu, sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk lebih bersungguh-sungguh beribadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan malam tersebut juga terjadi pada malam genap, karena semua itu merupakan kehendak Allah.
Baca Juga: Loker Sukabumi Sebagai Kasir, Yuk Cek Kualifikasinya Disini!
Keistimewaan malam Lailatul Qadar sangat luar biasa. Siapa saja yang mendapatkannya akan memperoleh anugerah yang sangat besar, sebab segala amal ibadah yang dilakukan pada malam itu dilipatgandakan nilainya hingga lebih baik dari seribu bulan.
Jika seribu bulan dikonversikan, nilainya setara dengan sekitar 85 tahun. Artinya, membaca satu huruf Al-Qur’an saja pada malam tersebut bisa bernilai pahala seperti membaca selama lebih dari 85 tahun.
Bahkan jika seseorang hanya membaca satu huruf seperti “nun”, pahalanya dapat menyamai ibadah selama puluhan tahun.
Karena itu, jika seseorang memanfaatkan malam tersebut dengan berbagai ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, beristighfar, maupun berdoa, maka kualitas dan nilai amalnya akan menjadi sangat luar biasa di sisi Allah.
Editor : Ikbal Juliansyah