Sukabumi Update

Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Ini Tanda-Tandanya

Ilustrasi. Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Ini Tanda-Tandanya (Sumber : Freepik/Sketchepedia)

SUKABUMIUPDATE.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Malam ini diyakini memiliki keutamaan yang sangat besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut, terutama di penghujung bulan Ramadan.

Namun, kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi tidak diketahui secara pasti. Hal ini justru menjadi hikmah agar umat Islam terus meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Malam Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur'an pada Surah Al-Qadr ayat 1–3 yang menjelaskan bahwa malam ini memiliki kemuliaan luar biasa.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Para ulama menjelaskan bahwa pada malam ini diturunkan berbagai ketetapan Allah untuk kehidupan manusia selama satu tahun ke depan. Selain itu, malam tersebut juga menjadi waktu turunnya para malaikat membawa keberkahan dan rahmat.

Tidak ada tanggal pasti mengenai kapan terjadinya Lailatul Qadar. Namun Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Rasulullah bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.”

Malam ganjil yang dimaksud biasanya adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Karena itu, banyak umat Muslim memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa pada malam-malam tersebut.

Para ulama merujuk pada beberapa hadis Nabi untuk mengenali tanda-tanda malam Lailatul Qadar. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga: 8 Doa Saat Hati Gelisah, Yuk Amalkan di Bulan Ramadan Agar Tenang

1. Malam Terasa Tenang dan Tidak Terlalu Panas atau Dingin

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa tenang dan nyaman. Udara tidak terlalu panas maupun terlalu dingin sehingga memberikan ketenangan bagi orang yang beribadah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sunan Ibnu Majah, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang cerah dan tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.

2. Langit Tampak Cerah

Pada malam Lailatul Qadar, langit biasanya terlihat cerah dan suasana malam terasa lebih damai dari biasanya. Beberapa ulama menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan salah satu tanda turunnya para malaikat yang membawa rahmat dan keberkahan.

Penjelasan ini juga berkaitan dengan firman Allah dalam Surah Al-Qadr yang menyebutkan bahwa para malaikat turun pada malam tersebut dengan membawa berbagai ketetapan.

3. Perasaan Damai dan Ketenangan Batin

Orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar sering merasakan ketenangan hati yang mendalam. Perasaan damai ini membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan hati menjadi lebih dekat dengan Allah.

Menurut penjelasan ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, malam Lailatul Qadar dipenuhi dengan keselamatan dan kedamaian hingga terbit fajar. Hal ini sesuai dengan makna ayat “Salamun hiya hatta mathla'il fajr” yang menunjukkan bahwa malam tersebut penuh ketenangan dan keberkahan.

Baca Juga: Doa Puasa Ramadan Hari ke-21: Memohon Petunjuk dan Perlindungan dari Godaan Setan

4. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Salah satu tanda yang paling dikenal dari malam Lailatul Qadar adalah matahari yang terbit pada pagi harinya tampak tidak menyilaukan.

Hal ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Muslim bahwa matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar terbit dengan cahaya lembut tanpa sinar yang menyilaukan.

5. Dorongan untuk Beribadah Lebih Intensif

Pada malam Lailatul Qadar, banyak orang merasakan dorongan kuat untuk memperbanyak ibadah. Mereka menjadi lebih semangat melaksanakan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah meningkatkan ibadahnya, membangunkan keluarganya, dan menghidupkan malam dengan berbagai amalan.

Para ulama menjelaskan bahwa Allah tidak menyebutkan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi agar umat Muslim bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan demikian, semangat ibadah tidak hanya terfokus pada satu malam saja.

Karena itu, memperbanyak ibadah sejak malam ke-21 Ramadan hingga akhir bulan menjadi cara terbaik untuk meraih keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Dengan memahami tanda-tanda dan keutamaannya, umat Muslim diharapkan dapat lebih memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Jelang Idulfitri, Bupati Sukabumi Instruksikan Camat Jaga Kesiapsiagaan Pelayanan Publik

Sumber: Baznas

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT