Sukabumi Update

Cara Mendapatkan Keberkahan Malam Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Ilustrasi.Cara Mendapatkan Keberkahan Malam Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan (Sumber : Freepik/sumetha)

SUKABUMIUPDATE.com - Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang sangat istimewa dalam Islam yang terjadi pada bulan Ramadan. Malam ini dikenal sebagai malam penuh keberkahan dan memiliki keutamaan yang luar biasa bagi umat Muslim. Meskipun tanggal pastinya dirahasiakan, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Kemuliaan malam Lailatul Qadar dijelaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, istilah Lailatin Mubarakah atau malam yang diberkahi merujuk pada malam Lailatul Qadar. Hal ini dapat dipahami jika merujuk pada penjelasan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 1 yang menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.

Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 juga dijelaskan bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, malam Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam yang sangat berharga dan penuh keberkahan.

Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Resep Kue Putri Salju Lembut dan Renyah, Kue Kering Favorit Saat Lebaran

Cara Meraih Keberkahan Malam Lailatul Qadar

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.

1. Meningkatkan Ibadah

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Amalan tersebut dapat berupa salat malam (tahajud), membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Rasulullah SAW memberikan contoh dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Sahih Bukhari:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر

Artinya: “Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.”

Selain itu, ulama seperti Abu Ishaq As-Syirazi dalam kitab At-Tanbih menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada seluruh malam Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir dan malam-malam ganjil seperti malam ke-21 dan ke-23.

2. Beriktikaf di Masjid

Salah satu amalan yang dianjurkan untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah melakukan iktikaf di masjid. Iktikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW juga mencontohkan amalan ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Sahih Muslim:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Rasulullah SAW melaksanakan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”

Tujuan dari iktikaf ini adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan berharap dapat memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Keutamaan dan Cara Meraihnya

3. Berinfak dan Bersedekah

Bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan, terutama pada malam-malam terakhir.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan balasannya dan mereka akan mendapatkan pahala yang mulia.”

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan.

4. Berdoa dengan Penuh Khusyuk

Berdoa dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati merupakan amalan yang sangat dianjurkan ketika mencari malam Lailatul Qadar.

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayidah Aisyah RA diriwayatkan dalam Sunan Tirmidzi:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadan.

5. Meningkatkan Amal Kebaikan

Selain ibadah khusus, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan seperti membantu sesama, berbuat baik kepada orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Sahih Bukhari:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan penuh keberkahan dalam bulan Ramadan. Malam ini lebih baik dari seribu bulan dan menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih pahala serta ampunan dari Allah SWT.

Dengan memperbanyak ibadah, melakukan iktikaf, bersedekah, berdoa dengan khusyuk, serta meningkatkan amal kebaikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, setiap Muslim memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.

Baca Juga: Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar? Ini Tanda-Tandanya

Sumber: Nu Online

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT