Sukabumi Update

5 Tips Menghindari Aksi Pelecehan di Angkutan Umum, Jangan Takut Bertindak

Ilustrasi - Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mencegah aksi pelecehan di dalam angkutan umum (Sumber : Ilustrasi pelecehan.)

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi pelecehan di angkutan umum akhir-akhir ini semakin marak terjadi di berbagai daerah. Terbaru dugaan aksi pelecehan juga dialami seorang perempuan penumpang angkutan kota (angkot) di Sukabumi oleh seorang pria yang sama-sama menjadi penumpang angkot hingga kasus tersebut viral di media sosial.

Untuk itu penting bagi para pengguna angkutan kota mengetahui cara-cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari aksi semacam itu, dan apa saja yang harus dilakukan jika menjadi korban atau menyaksikan aksi pelecehan di dalam angkutan publik. Berikut ini beberapa tips yang bisa jadi penyelamat dari aksi pelecehan dikutip dari laman komnasperempuan.go.id dan unwomen.org.

Baca Juga: Diduga Lecehkan Penumpang Angkot, Pria di Cicurug Sukabumi Ngamuk Bawa Kampak

1. Gunakan Strategi “Situational Awareness”

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menjaga Situational Awareness atau kondisi dimana kita selalu sadar pada situasi sekitar kita termasuk di dalam angkutan umum. Contohnya perhatikan orang yang terlalu dekat tanpa alasan jelas, hindari terlalu fokus pada HP atau memakai earphone dengan volume tinggi, jika merasa tidak nyaman, segera pindah tempat. Menurut para ahli Ini disebut strategi deteksi dini, agar potensi pelecehan bisa dicegah sebelum terjadi.

2. Posisikan diri di area yang terlihat banyak orang

Penelitian tentang keamanan transportasi menunjukkan pelaku lebih sering beraksi di tempat yang sempit, gelap, atau tidak terlihat orang lain. Karena itu disarankan untuk memilih area yang dirasa aman seperti berdiri atau duduk dekat pintu, sopir, atau CCTV.

Baca Juga: 5 Berita Terpopuler Sukabumi Sepekan: Dugaan Pelecehan oleh Dai Kondang hingga Sosok Ibu Tiri NS

3. Gunakan “Assertive Response”

Saat merasa mengalami tindakan pelecehan, kita disarankan untuk jangan ragu menunjukkan respon tegas (Assertive Response) apalagi jika menyadari ada perilaku mencurigakan. Respon tegas sering membuat pelaku berhenti karena mereka takut perhatian publik.

4. Libatkan Orang Lain

Menurut banyak penelitian keselamatan publik, dukungan orang sekitar sangat efektif. Jika ada kejadian atau menyadari ada tanda-tanda pelecehan segera bicara ke penumpang lain atau minta bantuan sopir atau petugas. Pelaku biasanya menghindari situasi yang melibatkan banyak saksi.

5. Dokumentasikan Jika Aman

Jika situasinya memungkinkan foto atau rekam pelaku dengan handphone lalu catat ciri-cirinya. Hal ini akan menjadi bukti kuat untuk membantu ketika melaporkan ke petugas atau pihak berwenang.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kita mengetahui ada prilaku-prilaku yang mengarah pada pelecehan baik yang dialami diri sendiri atau orang lain di dalam angkutan umum.

 

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT