Sukabumi Update

Poe Lilikuran: Cara Orang Sunda Menandai 10 Hari Terakhir Ramadan

Ilustrasi - Lilikuran, Hitungan Lama Orang Sunda yang Menghidupkan Suasana Menjelang Lebaran. (Sumber : pexels.com/@anggit priyandani).

SUKABUMIUPDATE.com - Wargi Sukabumi pasti  sudah asing dengan istilah poe lilikuran. Nah istilah lilikuran kini sudah jarang atau bahkan hampir tidak digunakan lagi untuk menyebut hitungan tanggal atau angka tertentu. 

Poe lilikuran dalam masyarakat tatar Sunda termasuk Sukabumi, tradisi yang dilakukan menjelang 10 hari terakhir malam Ramadan. Poe berarti hari, sedangkan Lilikuran adalah 10 hari tanggal ganjil menjelang Lebaran.

Bagi masyarakat tatar Sunda di Jawa Barat, Poe Lilikuran bukan hanya tradisi budaya, melainkan juga bentuk penghormatan dan persiapan diri secara spritual untuk menyambut malam istimewa di bulan Ramadan dengan berdoa, berdzikir, dan iktikaf di masjid pada malam-malam tersebut.

Baca Juga: 11 Tatarucingan Sunda Lucu, “Hayamna Bodas, Naonna anu Hideung?”

Salah satu ciri khas Poe Lilikuran adalah dengan membuat makanan dan membagikannya nantinya kepada tetangga, keluarga, atau jamaah di masjid yang sedang beritikaf di masjid.

Lilikuran merupakan penyebutan untuk hitungan dari angka dua puluh satu hingga dua puluh sembilan. Misalnya, angka dua puluh satu disebut salikur, sedangkan khusus untuk angka dua puluh lima biasanya disebut lima likur atau salawé.

Mengutip laman kdp.sukabumikota.go.id, Bagi mereka yang menjalani ibadah puasa ramadan pada tahun 1980-an, ketika mendengar ungkapan bahwa puasa sudah memasuki tanggal lilikuran, perasaan yang muncul biasanya campur aduk antara senang dan sedih. 

Ilustrasi - Tatarucingan téh lain saukur hiburan, tapi geus jadi bagian tina jati diri urang Sunda anu resep banyol sarta geus aya ti jaman karuhun kénéh.Ilustrasi - Masyarakat Sunda. | pexels.com/@Ache Surya

Bukan senang karena puasa akan segera selesai, dan bukan pula sedih karena belum membeli baju baru untuk Lebaran. Rasa senang muncul karena umat Islam akan segera bertemu dengan hari yang sangat istimewa, yaitu Hari Kemenangan yang disebut Lebaran. Sedangkan rasa sedih muncul karena selama menjalankan puasa, seseorang merasa belum bisa melaksanakannya dengan sebaik yang diharapkan.

Baca Juga: 25 Tatarucingan Sunda Lucu, “Gajah Tumpak Beca, Gede Naonna?”

Kebahagiaan masyarakat saat memasuki tanggal lilikuran di bulan puasa biasanya ditunjukkan melalui berbagai tradisi dan kebiasaan yang baik. Sepuluh hari sebelum Lebaran, masyarakat sudah mulai sibuk menyiapkan berbagai jenis makanan, terutama membuat kue. 

Berbagai macam kue dibuat, dapur menjadi sangat ramai, ada yang mengaduk dodol beras, membuat wajit, kue pala, kue pisang, serta berbagai jenis kue kering. Semua itu berkaitan dengan persiapan makanan menjelang lebaran.

Selain makanan, kebahagiaan itu juga ditunjukkan dengan cara mempersiapkan diri, seperti membeli baju atau pakaian baru di pasar atau di pusat kota. Toko-toko pakaian tentu saja selalu dipenuhi oleh orang-orang yang berbelanja. 

Baca Juga: 100 Tatarucingan Sunda nu Bodor Pisan, Lengkap dengan Jawabannya

Semua orang benar-benar ingin menunjukkan kebahagiaan saat Lebaran tiba. Apalagi anak-anak, mereka biasanya tidak sabar melihat teman-temannya sudah dibelikan baju oleh orang tuanya, sehingga mereka pun meminta kepada ayah dan ibu agar segera dibelikan pakaian baru untuk Lebaran.

Ada juga yang berpendapat bahwa sebenarnya tidak perlu memaksakan diri membuat berbagai macam makanan atau membeli pakaian baru secara berlebihan, karena bukan itu yang diharapkan oleh agama dalam menyambut Lebaran. Nasihat seperti itu memang tidak salah. Namun masyarakat memiliki cara tersendiri untuk merasakan kebahagiaan sebagai orang-orang yang mencintai agamanya.

Intinya, ketika bulan puasa sudah memasuki tanggal poe lilikuran bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang berbagi, kebersamaan, dan menjaga tradisi. Selain itu, masyarakat di tatar Sunda mulai bersiap-siap menyambut Lebaran, mulai dari menyiapkan makanan, pakaian, hingga mengecat rumahnya.

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT