SUKABUMIUPDATE.com - Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, masyarakat Sunda tidak lepas dari pepatah para karuhun (leluhur) terdahulu. Pepatah karuhun Sunda sendiri adalah warisan leluhur berupa nasihat bijak tentang etika, kehidupan, dan spiritualitas. Nasihat-nasihat ini berguna agar kita menjadi pribadi yang baik dan bijak dalam menjalani kehidupan.
Umumnya pepatah Sunda berupa kalimat tetap yang mengandung makna kiasan, perumpamaan. Ciri utama paribasa sunda tidak bisa diubah susunannya dan maknanya bukan arti harfiah melainkan mengandung kiasan. Namun sayangnya, saat ini semakin banyak generasi muda yang lupa atau bahkan tidak tahu arti dan makna dari pepatah-pepatah tersebut.
Nah, untuk itulah sebagai generasi penerus kita harus tetap berupaya melestarikan warisan dari para leluhur tersebut, apalagi warisan ini bisa berdampak baik untuk diri kita. Berikut ini contoh pepatah karuhun sunda lengkap dengan arti dan maknanya.
Baca Juga: Mengenal Pancawara dalam Saka Sunda, Kamu Lahir Hari Apa? Coba Cek
- Kawas cai dina daun taleus (Seperti air di daun talas)
Makna: tidak punya pendirian (mudah berubah-ubah) - Ngukur baju sasereg awak (Mengukur baju sesuai badan)
Makna: hidup harus sesuai kemampuan - Kawas munding kasaput ku leutak (Seperti kerbau tertutup lumpur)
Makna: orang yang tidak peduli penampilan/kebersihan - Kawas hayam keur endogan (Seperti ayam mengeram)
Makna: terlalu diam atau tidak mau bergerak - Ngabedah cai (Membelah air)
Makna: melakukan sesuatu yang sia-sia - Kawas kuda leupas tina gedogan (Seperti kuda lepas dari kandang)
Makna: bebas tanpa kendali - Beurat sabeulah (Berat sebelah)
Makna: tidak adil - Kawas katincak kai (Seperti terinjak kayu)
Makna: kaget atau tersentak - Hirup kawas laleur dina gula (Hidup seperti lalat di gula)
Makna: terlena dalam kenikmatan - Kawas nu teu nyaho peuting (Seperti tidak tahu malam)
Makna: tidak tahu waktu/keadaan - Ngajual cau ka monyét (Menjual pisang ke monyet)
Makna: memberi sesuatu kepada yang sudah punya - Kawas tutumpakan leutik (Seperti kendaraan kecil)
Makna: kemampuan terbatas - Ngaburuy ka nu caang (Mengejar yang terang)
Makna: mencari jalan hidup yang baik - Kawas beurit kakeunaan jebakan (Seperti tikus kena perangkap)
Makna: terjebak dalam masalah - Ngagugulung diri (Menggulung diri)
Makna: menghindari masalah - Kawas siraru jadi hiji (Seperti serpihan jadi satu)
Makna: bersatu kembali - Kawas nyiar jarum dina jukut (Seperti mencari jarum di rumput)
Makna: sangat sulit - Ngaliarkeun tali silaturahmi (Memperluas tali silaturahmi)
Makna: memperbanyak hubungan baik - Kawas nyanghulu ka gunung (Menghadap gunung)
Makna: menghadapi hal besar/sulit - Ngaburuan angin (Mengejar angin)
Makna: usaha sia-sia - Kawas cai herang dina batu (Seperti air jernih di batu)
Makna: hati yang bersih - Ngadagoan bulan ragrag (Menunggu bulan jatuh)
Makna: menunggu hal yang mustahil - Kawas nyorong cai ka luhur (Mendorong air ke atas)
Makna: pekerjaan yang sia-sia - Ngabuntut bangkong (Mengikuti katak)
Makna: ikut-ikutan tanpa tujuan jelas - Kawas leutik jadi raja (Orang kecil jadi raja)
Makna: lupa diri saat berkuasa - Ngaliarkeun omongan (Menyebarkan pembicaraan)
Makna: menyebarkan gosip - Kawas tutumpakan rusak (Seperti kendaraan rusak)
Makna: tidak bisa diandalkan - Ngajerit di jero hate (Berteriak dalam hati)
Makna: memendam perasaan - Kawas nginum cai laut (Seperti minum air laut)
Makna: tidak pernah puas - Ngabebenjokeun diri (Menyusahkan diri sendiri)
Makna: membuat masalah sendiri
Itulah beberapa contoh pepatah karuhun sunda lengkap dengan arti dan maknanya yang harus terus dilestarikan.
Editor : Dede Imran