Sukabumi Update

Mengenal Pamali, Siloka dan Papatah Sunda Lengkap dengan Contohnya

Ilustrasi - Pamali, siloka dan papatah kerap digunakan orang tua Sunda dalam mengajarkan hal-hal baik kepada generasi selanjutnya (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak hal menarik di dalam kebudayaan masyarakat Sunda dan beberapa diantaranya ada yang disebut dengan ‘Pamali’. ‘Siloka’, dan ‘Papatah’. Ketiganya memiliki kesamaan yaitu bisa mengatur laku hidup masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Dan ini menjadi sesuatu yang unik dari tradisi orang Sunda dimana para orang tua zaman dulu menggunakan pamali, siloka, dan papatah untuk menyampaikan nasihat secara halus dan penuh makna.

Meski ketiganya memiliki kesamaan, namun ketiganya juga merupakan hal berbeda baik dalam penyampaian maupun tujuan spesifik penggunaan. Berikut ini beberapa hal tentang pamali, siloka, dan papatah yang perlu diketahui beserta contohnya.

Baca Juga: Banyak Istilahnya! 30 Nama-nama Jatuh dalam Bahasa Sunda

PAMALI (larangan tradisional)

Pamali adalah larangan yang tidak boleh dilanggar, biasanya disampaikan tanpa penjelasan panjang, sering mengandung hal mistis, namun sebenarnya bisa dijelaskan dengan logika. Tujuan dari pamali yaitu untuk menjaga etika, melindungi dari bahaya dan membentuk perilaku baik. Berikut ini contoh pamali dan maknanya

  • Pamali dahar di hareupeun panto (Dilarang makan di depan pintu)
    Makna: tidak sopan & menghalangi jalan
  • Pamali sare soré (Dilarang tidur sore)
    Makna: supaya tidak malas & menjaga kesehatan
  • Pamali diuk dina bantal (Dilarang duduk di bantal)
    Makna: menjaga sopan santun
  • Pamali nyapu peuting (Dilarang menyapu malam hari)
    Makna: dulu karena minim cahaya jadi bisa kotor lagi atau bahaya karena penglihatan kurang jelas.
  • Pamali motong kuku peuting (Dilarang potong kuku malam)
    Makna: untuk menghindari luka (dulu gelap)

Baca Juga: 30 Pepatah Karuhun Sunda Lengkap dengan Arti dan Maknanya, Jadilah Pribadi Bijak

SILOKA (kiasan / simbol)

Siloka adalah ungkapan kiasan atau perumpamaan untuk menyampaikan pesan secara halus dengan tidak langsung, penuh simbolis dan butuh pemahaman. Tujuannya agar pesan yang disampaikan tidak menyinggung atau tidak dianggap frontal. Berikut contoh siloka dan maknanya

  • Kawas cai dina daun taleus (Seperti air di daun talas)
    Makna: tidak punya pendirian
  • Kawas kacang poho kana kulitna (Seperti kacang lupa kulitnya)
    Makna: lupa asal-usul
  • Kawas beurit kakurung dina lisung (Seperti tikus terkurung)
    Makna: terjebak masalah
  • Kawas kuda leupas tina gedogan (Seperti kuda lepas)
    Makna: bebas tanpa kendali

Baca Juga: 30 Inspirasi Nama Anak Perempuan Sunda Bernuansa Lembut Hingga Klasik

PAPATAH (nasihat langsung)

Papatah adalah nasihat langsung dari orang tua kepada anak atau cucu dan biasanya nasihat ini diucapkan terang-terangan tanpa kiasan agar lebih jelas, tegas dan mudah dipahami. Contohnya seperti;

  • Kudu hade gogog hade tagog
    Makna: Harus baik ucapan dan sikap
  • Ulah adigung adiguna
    Makna: Jangan sombong
  • Kudu jujur dina lampah
    Makna: Harus jujur dalam tindakan

Itulah sekilas tentang pamali, siloka dan papatah. Budaya Sunda selalu punya cara unik dalam mendidik agar setiap orang memiliki prilaku dan sikap yang baik dalam menjalani kehidupan.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT