SUKABUMIUPDATE.com - Sama seperti dalam budaya lain di Nusantara maupun Dunia, dalam bahasa Sunda juga dikenal garis keturunan. Nah, dalam bahasa sunda sendiri, garis keturunan disebut dengan “Pancakaki”.
Pancakaki dalam budaya sunda bukan sekedar hubungan manusia dengan manusia dalam suatu keluarga, namun menjadi bagian dari warisan yang harus dijaga.
Dalam pancakaki sendiri dikenal istilah-istilah untuk menyebut anggota keluarga dan hubungannya dalam keluarga tersebut seperti “Uwa, “Aki”, “Nini” dan sebagainya.
Nah, untuk lebih mengenal istilah anggota keluarga dalam pancakaki budaya sunda, berikut daftarnya untuk menambah kosakata bahasa sunda kamu seperti dikutip dari adjar.id.
Baca Juga: 28 Istilah Nama Tempat Sekitar Pemukiman dalam Budaya Sunda
- Bapa: kolot lalaki
Artinya: Orang tua laki-laki (Bapak) - Indung: kolot awéwé
Artinya: Orang Tua perempuan (Ibu) - Aki: kolot lalaki ti bapa atawa ti indung
Artinya: Orang tua laki-laki dari bapak atau dari ibu: kakek - Nini: kolot awéwé ti bapa atawa ti indung
Artinya: Orang tua perempuan dari bapak atau dari ibu: nenek - Uyut: bapa atawa indung ti aki atawa nini
Artinya: Bapak atau ibu dari kakek atau nenek - Bao: bapa atawa indung ti uyut
Artinya: Bapak atau ibu dari uyut - Janggawaréng: bapa atawa indung ti bao
Artinya: Bapak atau ibu dari bao - Udeg-udeg: bapa atawa indung ti janggawaréng
Artinya: Bapak atau ibu dari janggawaréng - Kakait siwur: bapa atawa indung ti udeg-udeg
Artinya: Bapak dari ibu dari udeg-udeg - Karuhun: jujutan kanu leuwih luhur anu geus tilar dunya
Artinya: Garis keturunan ke atas yang sudah meninggal dunia, sedangkan yang masih hidup disebut sesepuh. - Anak: turunan kahiji
Artinya: Keturunan pertama: anak - Incu: turunan kadua, anak ti anak
Artinya: Keturunan kedua: cucu - Buyut: turunan katilu, anak ti incu
Artinya: Keturunan ketiga: cicit - Bao: turunan kaopat, anak ti buyut
Artinya: Keturunan keempat, anak dari cicit.
Itulah daftar istilah nama anggota keluarga dalam bahasa sunda yang harus diketahui terutama oleh orang asli dan generasi muda sunda.
Editor : Dede Imran