SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang semakin familiar dengan istilah Cash on Delivery atau COD di tengah meningkatnya kebiasaan berbelanja secara online.
Metode pembayaran ini sangat diminati karena dirasa lebih praktis karena pembeli cukup menyerahkan pembayaran barang kepada kurir ketika barang sudah diterima.
Namun, masih banyak orang yang belum paham dengan metode pembayaran ini serta bagaimana cara kerja dan aturannya.
Baca Juga: Keluhan COD di Sukabumi, Berujung Sengketa dan Klaim Ganti Rugi hingga Jutaan Rupiah
Apa Itu Cash on Delivery
COD atau Cash on Delivery memiliki arti ‘bayar di tempat’. Ini adalah metode pembayaran e-commerce (toko online) di mana pembeli membayar tunai kepada kurir saat barang diterima. COD dinilai dapat memberikan rasa aman karena mengurangi risiko penipuan dibandingkan pembayaran di muka.
Mengutip dari artikel Hukum Online yang berjudul “Yuk, Pahami Sistem COD Belanja Online yang Tepat” disebutkan jika keabsahan jual-beli secara COD dapat merujuk pasal 1458 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) menegaskan jual beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak seketika setelah mereka mencapai sepakat tentang barang dan harga, meskipun barang belum diserahkan maupun harganya belum dibayar.
Bagaimana Cara Kerjanya
Dikutip dari laman POS Indonesia, berikut ini tahapan proses pengiriman dalam sistem Cash on Delivery saat pembeli telah memutuskan membeli suatu barang di e-commerce dan memilih metode pembayaran COD.
Baca Juga: Pilu Kurir Paket di Sukabumi: Sudah Harus Talangi COD, Malah Diintimidasi dan Diancam UU ITE
1. Pengirim Mengantar Barang ke Ekspedisi
Langkah pertama dimulai dari pengirim (penjual) yang mengemas dan menyerahkan barang kepada jasa pengiriman. Dalam formulir pengiriman atau aplikasi ekspedisi, pengirim harus memilih layanan COD dan mencantumkan nominal pembayaran yang harus ditagihkan kepada penerima.
2. Barang Dikirimkan oleh Kurir
Setelah data pengiriman dan nominal pembayaran dicatat, paket akan dikirimkan oleh kurir ke alamat tujuan. Disini jasa pengiriman atau kurir memiliki tugas penting dalam sistem COD karena selain mengantarkan barang, kurir juga harus menerima pembayaran dari penerima.
Proses ini membutuhkan ketelitian agar nominal yang diterima sesuai dengan catatan pengiriman. Kurir juga biasanya membawa bukti transaksi untuk ditandatangani penerima sebagai bukti serah terima.
3. Penerima Membayar Ongkos Kirim
Saat paket tiba, penerima membayar sesuai dengan jumlah yang tertera pada sistem. Pembayaran ini bisa berupa uang tunai, atau dalam beberapa kasus, melalui sistem pembayaran digital. Setelah pembayaran diterima, kurir menyerahkan barang kepada penerima.
Dana yang dikumpulkan kurir kemudian akan diserahkan kepada pihak ekspedisi untuk diteruskan ke pengirim (penjual). Dalam proses ini, penting bagi semua pihak untuk jujur dan mengikuti prosedur agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Jadi, dalam hal ini yang memiliki kesepakatan adalah pembeli dan penjual, sementara kurir hanya bertugas memastikan barang yang dikirimkan pihak penjual sampai kepada pembeli dan barang tersebut dibayar oleh pembeli untuk selanjutnya diteruskan kembali ke penjual.
Editor : Dede Imran