Sukabumi Update

Kepribadian Orang yang Sering Menjawab Terserah Menurut Psikologi

Ilustrasi. Kepribadian Orang yang Sering Menjawab Terserah Menurut Psikologi (Sumber : Freepik/@cookie_studio)

SUKABUMIUPDATE.com - Kata terserah sering terdengar sederhana, tetapi dalam sudut pandang Psikologi, kebiasaan ini bisa mencerminkan pola kepribadian tertentu. Orang yang sering menjawab terserah biasanya tidak sekadar cuek, melainkan memiliki cara berpikir, emosi, dan pola pengambilan keputusan yang khas.

1. Cenderung Indecisive (Sulit Mengambil Keputusan)

Salah satu ciri utama adalah kesulitan menentukan pilihan. Dalam psikologi, perilaku ini disebut indecisiveness, yaitu kondisi ketika seseorang ragu atau menghindari keputusan. Indecisiveness sering dipicu oleh takut salah atau takut menyesal setelah memilih sesuatu . Karena itu, mengatakan terserah menjadi cara paling mudah untuk menghindari tekanan tersebut.

2. Menghindari Tanggung Jawab

Orang yang sering berkata terserah kadang tidak ingin memikul risiko dari keputusan yang diambil. Dalam studi psikologi, hal ini disebut sebagai decision avoidance menghindari keputusan agar tidak disalahkan jika hasilnya buruk . Dengan menyerahkan pilihan ke orang lain, mereka merasa lebih aman secara emosional.

Baca Juga: Rebusan Daun Alpukat: Solusi Alami Bantu Kontrol Gula Darah

3. Memiliki Kecemasan Tinggi

Kebiasaan ini juga bisa berkaitan dengan kecemasan (anxiety). Orang yang cemas cenderung memikirkan berbagai kemungkinan buruk, sehingga memilih untuk tidak memutuskan sama sekali. Kecemasan membuat seseorang terus memikirkan risiko hingga akhirnya freeze dalam mengambil keputusan .

4. Perfeksionis dan Takut Salah

Menariknya, orang yang sering bilang terserah tidak selalu santai justru bisa perfeksionis. Mereka ingin pilihan yang paling benar, sehingga merasa sulit menentukan keputusan. Perfeksionisme membuat setiap pilihan terasa besar dan berisiko, sehingga lebih mudah menyerahkannya ke orang lain .

5. Tipe Pasif atau Mengalah

Dalam hubungan sosial, kata terserah juga bisa menunjukkan kepribadian yang pasif atau menghindari konflik. Mereka lebih memilih mengikuti orang lain daripada memperdebatkan pilihan. Dalam beberapa kasus, ini juga berkaitan dengan pola komunikasi pasif, bahkan bisa mendekati perilaku Passive-aggressive jika digunakan untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya.

Baca Juga: Solar Langka di Sejumlah SPBU Sukabumi: Sopir Pajampangan Ngeluh, Terpaksa Beli Dexlite

6. Bisa Juga Tanda Fleksibel dan Tidak Egois

Tidak selalu negatif, kebiasaan ini juga bisa berarti seseorang fleksibel dan tidak memaksakan kehendak. Dalam psikologi, orang dengan ambivalence (melihat banyak sudut pandang) cenderung lebih terbuka dan tidak kaku dalam menilai sesuatu . Namun, jika terlalu sering, tetap bisa membuat orang lain bingung atau terbebani.

Kebiasaan menjawab terserah ternyata memiliki makna psikologis yang cukup dalam. Mulai dari rasa takut salah, kecemasan, hingga kecenderungan menghindari tanggung jawab, semua bisa menjadi faktor di baliknya. Meski begitu, dalam kadar tertentu, sikap ini juga bisa mencerminkan fleksibilitas dan keinginan menjaga hubungan tetap harmonis.

Yang terpenting adalah keseimbangan tidak selalu menghindari keputusan, tetapi juga tidak harus memaksakan diri. Dengan memahami pola ini, seseorang bisa belajar lebih percaya diri dalam menentukan pilihan.

Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Newcastle United, The Gunners Siap Maksimalkan Laga Kandang

Sumber: psychology today

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT