SUKABUMIUPDATE.com - Curug Batlem atau Batu Lempar yang ada di kawasan Cugenang, Kabupaten Cianjur jadi salah satu surga tersembunyi yang masih terjaga keasriannya. Masih jarang wisatawan yang mengetahui lokasi air terjun tersebut.
Air terjun yang tidak terlalu tinggi itu menawarkan keindahan dan ketenangan yang bisa dinikmati siapa saja yang datang mengunjunginya. Berada di balik lebatnya pepohonan kaki Gunung Gede Pangrango, Curug Batlem akan memberikan pengalaman liburan berkesan bagi kamu yang suka dengan petualangan.
Namun, selain dari keindahan air terjun yang berlokasi di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur ini, tersimpan cerita unik yang menambah daya tarik Curug Batlem atau Batu Lempar.
Baca Juga: Hidden Gem di Cugenang! Curug Batlem yang Masih Sepi dan Alami
Pertama mengenai asal-usul nama Curug Batlem yang diyakini berasal dari kebiasaan warga di masa lalu yang sering bermain melempar batu ke aliran air di sekitar curug.
Aktivitas tersebut kemudian dikenal dengan sebutan “batu lempar”, yang lama-kelamaan disingkat menjadi “Batlem” dan melekat sebagai nama air terjun itu hingga sekarang.
Kisah Urban Legend Curug Batlem
Dikutip dari channel YouTube OPK Cugenang, berdasarkan cerita masyarakat setempat, kawasan Curug Batlem dulunya dipercaya sebagai lokasi pertapaan tokoh spiritual.
Karena latar sejarah tersebut, tempat ini kerap dianggap memiliki nuansa sakral. Berbagai cerita pun berkembang di kalangan warga, mulai dari suara-suara misterius, kemunculan bayangan tak kasat mata, hingga pengalaman pengunjung yang merasa kebingungan arah saat berada di sekitar air terjun.
Baca Juga: Cerita di Balik Curug Goong Gekbrong Cianjur, Legenda Suara Gong dan Pertapa Sakti
Meski begitu, bagi warga lokal yang sudah akrab dengan kawasan ini, Curug Batlem justru dikenal sebagai tempat yang menenangkan. Keindahan alam yang disuguhkan mampu menarik banyak orang tak terkecuali warga lokal untuk datang.
Itulah sedikit cerita mengenai asal-usul Curug Batlem atau Batu Lempar yang ada di Cugenang, Cianjur, air terjun cantik di kaki Gunung Gede Pangrango.
Editor : Dede Imran