SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang Idul Adha, tradisi bakar sate menjadi momen yang paling dinantikan oleh banyak orang. Aroma daging yang dipanggang di atas bara api, ditambah suasana kebersamaan bersama keluarga dan tetangga, menciptakan pengalaman khas yang selalu dirindukan setiap tahunnya.
Namun, untuk menghasilkan sate yang benar-benar lezat, tidak hanya bumbu dan kualitas daging yang perlu diperhatikan. Pemilihan bahan bakar seperti kayu atau arang juga memegang peran penting dalam menentukan rasa dan aroma sate.
Jenis kayu yang digunakan bisa memengaruhi panas, kestabilan bara, hingga karakter asap yang meresap ke dalam daging. Nah, mengutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa rekomendasi kayu yang bisa digunakan untuk bakar sate.
Baca Juga: Sate Kambing yang Ternyata Domba: Fenomena Unik di Jalur Pajampangan Sukabumi
Baca Juga: Resep Sate Ayam Khas Singapura, Bumbunya yang Meresap dan Gurih Bikin Lapar
1. Kayu Rambutan
Kayu pohon rambutan memang sering digunakan sebagai bahan bakar untuk memanggang. Kayu ini dinilai bisa menghasilkan bara yang panas dan stabil, tidak cepat habis dan bisa memberikan aroma khas yang sedikit manis
2. Kayu Mangga
Kayu pohon mangga cukup mudah ditemukan karena jenis pohon buah ini cukup banyak ditanam. Kayu pohon mangga dipilih karena dinilai bisa membuat bara cukup awet, aroma asapnya lembut dan tidak menyengat dan bisa memberi rasa sedikit “smoky” yang enak
3. Kayu Jambu
Kayu jambu air atau bisa juga jambu batu sering dipakai untuk BBQ. Kayu jenis ini dinilai memiliki kelebihan bisa menghasilkan asap yang harum dan ringan, api tidak terlalu besar, dan membantu rasa sate lebih enak.
4. Arang Batok Kelapa
Ini jadi andalan tukang sate kebanyakan, dan kayu ini juga paling praktis dan banyak diperjual belikan. Kelebihannya yaitu panas tinggi dan tahan lama, bara stabil (tidak mudah mati) dan minim asap sehingga sate tidak pahit.
Nah, itulah beberapa jenis kayu yang baik digunakan untuk bakar sate. Mungkin kamu punya jenis kayu andalan yang dirasa lebih baik dari yang empat tadi?
Editor : Dede Imran