Sukabumi Update

7 Hal Sederhana Ini Hanya Dipahami Orang Sunda, Coba Cek Apa Kamu Juga Paham!

Ilustrasi - 7 Hal Sederhana Ini Hanya Dipahami Orang Sunda, Coba Cek Apa Kamu Juga Paham!(Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Ada hal-hal yang tidak perlu dijelaskan panjang lebar cukup dirasakan. Dan bagi orang Sunda, ada banyak kebiasaan kecil yang mungkin terlihat biasa, tapi sebenarnya punya makna tersendiri.

Hal-hal ini mungkin sulit dipahami orang lain, tapi kalau kamu orang Sunda, kamu pasti langsung mengerti karena ini sudah menjadi kebiasaan sejak kecil dan masih dilakukan sampai sekarang.

Nah, biar gak penasaran berikut ini beberapa hal yang hanya dipahami oleh orang Sunda seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Rasa, 5 Kuliner Khas Sunda Ini Punya Makna di Baliknya

1. Ditanya “tos tuang acan?”

Biasanya ini terjadi saat kita bertamu ke rumah orang lain, atau bisa juga terjadi dalam situasi lain. “Tos tuang teu acan?”, ini bukan sekadar menanyakan sudah makan atau belum. Ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian. Karena terkadang saat sudah makan pun tetap ditanya.

2. Kata “engke”

Satu kata yang bisa memiliki banyak makna tergantung situasi orang yang mengucapkannya. Kata “engke” bisa memiliki arti nanti, sebentar lagi atau belum tentu.

3. Senyum ke Orang yang Tidak Dikenal

Mungkin ini juga terjadi di luar Sunda, tapi bagi orang Sunda hal ini seperti sudah otomatis. Bahkan saat tidak melakukan hal tersebut, terkadang suka disebut “Tungi” (judes). Jadi biasanya saat papasan di jalan, otomatis senyum. Tatap muka di angkutan umum, otomatis senyum.

Baca Juga: 13 Kosakata Sunda yang Sulit Diterjemahkan Tapi Penuh Makna

4. “Mangga” yang Serba Guna

Mangga dalam bahasa sunda bukan untuk nama buah, tapi kata ini punya banyak arti. Bisa diartikan sebagai ‘silakan’, seperti “mangga tipayun (silahkan duluan). Atau bisa juga artinya ‘ayo’, contoh “mangga sareng abdi (ayo sama/bareng saya), atau bisa juga artinya seperti kata ‘monggo’.

5. Sungkan yang Halus

Orang Sunda itu halus, bahkan mau nolak sesuatu pun caranya halus banget seperti menggunakan kata “engké we nya/kumaha engke we” (nanti aja ya/gimana nanti ya) atau “tingali heula” (lihat dulu). Padahal maksudnya belum tentu iya.

6. Botram

Botram adalah makan bareng-bareng, bisa bersama keluarga, teman atau tetangga. Botram bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu menunggu waktu khusus atau dalam acara tertentu. Tidak perlu rapi, tidak perlu aturan, hanya makan bareng biasa saja. Dan biasanya masing-masing orang membawa makanannya sendiri-sendiri.

7. Kata “punten”

Kata ini bisa diipakai di mana-mana. Saat jalan melewati orang lain, ucap “punten”. Minta izin pake “punten” (punten ngiring ngalangkung = maaf ikut lewat). Bahkan sebelum bicara juga bisa dipake. Ini bukan sekadar kata, tapi bentuk kesopanan orang Sunda.

Itulah beberapa hal yang hanya dipahami oleh orang Sunda. Mungkin bagi orang lain, semua ini terlihat sederhana, tapi bagi orang Sunda, justru di situlah kehangatannya. Hal-hal kecil yang tidak selalu dijelaskan tapi selalu bisa dirasakan.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT