SUKABUMIUPDATE.,com - Dalam budaya Sunda, ada banyak cara leluhur membaca kehidupan, salah satunya melalui kila-kila yakni tanda, firasat, atau pertanda yang dipercaya bisa memberi isyarat tentang sesuatu yang akan terjadi.
Bagi orang Sunda dulu, kila-kila bukan sekadar tahayul. Namun ia lahir dari pengamatan panjang terhadap alam, pengalaman hidup turun-temurun, dan kebiasaan masyarakat yang sangat dekat dengan lingkungan sekitar.
Karena itu, tidak mengherankan jika banyak kila-kila sebenarnya berhubungan dengan cuaca, perilaku hewan, kondisi tubuh, mimpi, hingga kejadian kecil sehari-hari.
Baca Juga: Filosofi Leluhur Sunda Saat Membangun Rumah, Masih Relevan Sampai Sekarang
Apa Itu Kila-kila?
Mengutip dari berbagai sumber, secara sederhana, kila-kila bisa diartikan sebagai tanda-tanda atau firasat akan terjadinya sesuatu. Dalam masyarakat Sunda lama, kila-kila sering dianggap sebagai pengingat, tanda alam, atau isyarat yang harus diperhatikan.
Kebiasaan ini biasanya diwariskan secara turun temurun lewat lisan oleh orang tua, kakek-nenek, atau sesepuh kampung.
Mengapa Orang Sunda Dulu Percaya Kila-kila?
Karena kehidupan masyarakat Sunda dulu sangat dekat dengan alam, sehingga mereka terbiasa memperhatikan: suara dan prilaku hewan, perubahan cuaca, perilaku alam, hingga kejadian-kejadian kecil.
Dari situ muncul keyakinan bahwa alam sering memberi tanda sebelum sesuatu terjadi. Misalnya saat hewan tiba-tiba gelisah, suara tertentu terdengar malam hari, atau mimpi tertentu yang dianggap membawa pesan.
Contoh Kila-kila Sunda yang Populer
Baca Juga: 50 Contoh Pepeling Sunda Lengkap dengan Artinya, “Tong Gede Hulu!”
1. Ceuli Kenca atawa Katuhu Ngadengung (Telinga berdenging)
Dipercaya jika ini terjadi maka konon ada yang sedang membicarakan kita, atau akan ada kabar datang.
2. Sireum Pindah Raramean (Semut berpindah ramai-ramai)
Prilaku hewan ini biasanya dipercaya akan turun hujan. Dan menariknya, ini cukup logis karena hewan memang sensitif terhadap perubahan cuaca.
3. Panon Kénca Kedutan (Mata kiri berkedut)
Dalam kepercayaan beberapa orang Sunda, hal ini bisa jadi pertanda akan bertemu seseorang, mendapat kabar, atau mengalami sesuatu. Tapi tafsirnya berbeda-beda tiap daerah.
Apakah Kila-kila Selalu Mistis?
Meski kila-kila Sunda sering dianggap sebagai mitos atau hal mistis. Namun kenyataanya tidak selalu seperti itu. Sebagian memang berkembang menjadi kepercayaan tradisional. Tapi sebagian lainnya lahir sebagai bentuk kewaspadaan, pengalaman hidup, atau cara orang tua dulu membaca alam.
Itulah informasi soal kila-kila Sunda, sebuah tradisi leluhur masyarakat Sunda yang masih dilestarikan hingga sekarang.
Editor : Dede Imran