SUKABUMIUPDATE.com - Paribasa Sunda sering terdengar ringan dan unik di telinga. Namun dibalik bunyinya yang berirama, tersimpan nasihat hidup yang sangat dalam. Salah satunya adalah paribasa Sunda “Lunca linci luncat mulang, udar tina tali gadang.”
Kalimat ini bukan sekadar sindiran untuk orang yang plin-plan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya memiliki pegangan hidup agar tidak mudah terbawa arus kehidupan.
Mungkin masih banyak orang Sunda yang sering mendengar tapi tidak tahu atau belum paham dengan makna dari paribasa tersebut.
Paribasa ini sendiri dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tidak punya pendirian tetap, plin-plan, mudah berubah sikap, maju mundur dalam keputusan atau suka ikut ke sana-sini tanpa ketegasan.
Baca Juga: Mengenal Kila-kila Sunda: Kepercayaan Orang Tua Dulu Saat Membaca Tanda Alam
Makna Katanya
Lunca linci, menggambarkan gerak ke sana kemari, tidak tenang, tidak tetap, dan mudah sekali berubah-ubah.
Luncat mulang dari dua kata yaitu luncat = melompat dan mulang = kembali lagi. Kata ini memberi gambaran prilaku atau sikap maju sebentar lalu kembali lagi, terus berubah lagi sehingga menjadikannya tidak konsisten.
Makna Paribasa Lunca Linci Luncat Mulang
Ungkapan ini menyindir orang yang hari ini bilang iya, besok berubah. Biasanya orang tersebut tidak teguh dalam pendirian karena gampang terpengaruh oleh orang lain.
Baca Juga: Suasana Idul Adha yang Dulu Sangat Terasa di Tengah Masyarakat Sunda
Contoh Pemakaian
Contoh penggunaan paribasanya bisa seperti “Ulah jadi jalma lunca linci luncat mulang.” (Jangan jadi orang yang tidak punya pendirian). Atau “Manehna mah lunca linci luncat mulang, can tangtu kana omonganana.” (Dia itu plin-plan, belum tentu konsisten dengan ucapannya).
Paribasa ini mengajarkan bahwa manusia harus punya pendirian, tidak mudah terbawa omongan orang lain dan harus matang dalam mengambil keputusan.
Karena dalam pandangan orang Sunda, orang yang terlalu mudah berubah akan sulit dipercaya.
Editor : Dede Imran