Sukabumi Update

Cara Melaksanakan Shalat Idul Adha Lengkap Beserta Bacaan Niatnya

Ilustrasi - Panduan Lengkap Shalat Idul Adha lengkap dengan bacaan niatnya(Sumber : Pexels.com/@Mohammed Alim)

SUKABUMIUPDATE.com - Shalat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Shalat ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Idul Adha. Selain menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT, Shalat Idul Adha juga menjadi momen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha memiliki tata cara khusus yang berbeda dengan shalat sunnah lainnya, terutama pada jumlah takbir di setiap rakaatnya. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami tata cara pelaksanaannya dengan benar.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak atau sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Shalat Idul Adha biasanya dianjurkan dilaksanakan lebih awal dibandingkan Shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelah shalat.

Baca Juga: 30 Ucapan Idul Adha 2026 yang Penuh Doa dan Makna

Bacaan Niat Shalat Idul Adha

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaan niat Shalat Idul Adha:

Niat Sebagai Makmum

"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala."

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sebagai Imam

"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala."

Artinya:

“Aku niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Jangan Terlewat! Ini 10 Amalan Sunnah di Hari Idul Adha Untuk Meraih Banyak Pahala

Tata Cara Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaatnya.

Rakaat Pertama

  • Niat di dalam hati.
  • Takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah.
  • Takbir sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram.
  • Di sela-sela takbir dianjurkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
  • Membaca surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la.
  • Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua seperti biasa.

Rakaat Kedua

  • Berdiri kembali.
  • Takbir sebanyak 5 kali.
  • Membaca dzikir di antara takbir.
  • Membaca surat Al-Fatihah.
  • Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah.
  • Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  • Tasyahud akhir dan salam.

Setelah shalat selesai, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh khatib.

Khutbah Setelah Shalat Idul Adha

Khutbah Idul Adha hukumnya sunnah. Biasanya khutbah terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

Isi khutbah umumnya membahas tentang:

  • Anjuran bertakwa kepada Allah SWT
  • Makna Hari Raya Idul Adha
  • Keutamaan berkurban
  • Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
  • Doa dan nasihat untuk umat Islam

Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak pelajaran dan pengingat bagi umat Muslim.

Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha

Agar ibadah semakin sempurna, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan sebelum dan sesudah Shalat Idul Adha, antara lain:

  • Mandi sebelum berangkat shalat
  • Memakai pakaian terbaik
  • Menggunakan wewangian
  • Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan
  • Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha
  • Tidak makan sebelum shalat
  • Melewati jalan berbeda saat pergi dan pulang

Sunnah-sunnah tersebut mencerminkan keindahan dan semangat kebersamaan dalam Islam.

Shalat Idul Adha memiliki pahala besar dan termasuk ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Shalat Idul Adha bukan hanya ibadah tahunan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk memahami makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

Sumber: Baznas

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT