SUKABUMIUPDATE.com - Bahasa Sunda memiliki banyak kosakata spesifik untuk mendeskripsikan cuaca dan musim, mulai dari intensitas hujan, jenis angin, hingga kondisi langit.
Hanya dengan satu atau dua kata, sesepuh Sunda sudah cukup untuk mendeskripsikan keadaan alam. Ini menjadi bukti bahwa bahasa Sunda memiliki kekayaan kata yang harus dilestarikan.
Berikut adalah daftar istilah cuaca dan musim dalam bahasa Sunda yang mungkin sudah jarang diketahui oleh generasi muda orang Sunda.
Baca Juga: Kalikiben Sampai Keongeun, 28 Istilah Orang Sunda Dulu Saat Menyebut Penyakit
- Muruhpuy: Hujan rintik-rintik (gerimis) yang biasanya disertai angin sepoi-sepoi dan kabut.
- Rereged/Geledeg: Suara petir yang menggelegar.
- Hujan Poyan: Hujan yang turun saat matahari sedang bersinar terang.
- Dor Dar Gelap: Hujan deras yang disertai sambaran petir yang keras.
- Usum Ngijih: Musim hujan atau musim dengan intensitas hujan yang sangat tinggi.
- Usum Halodo: Musim kemarau (musim panas) di mana hujan sangat jarang atau tidak turun sama sekali.
- Usum Mamaréng: Musim peralihan atau panyelang antara musim kemarau dan musim hujan.
- Panas Bur-bur: Kondisi udara atau hawa yang sangat panas dan terik.
- Mendung/Burangsang: Kondisi langit yang gelap karena tertutup awan hitam pekat, namun belum turun hujan.
- Angin Puyuh: Angin kencang yang berputar dan bisa merusak.
- Angkeub: Mendung
- Ngelekeb: Udara gerah
- Reueuk: Mendung
- Hareudang: Gerah
- Bayeungyang: Kondisi cuaca sangat panas
- Tiris: Dingin
- Katumbiri: Pelangi
- Miripis: Gerimis
- Usum Katiga: Musim kemarau
- Usum dangdangrat: Musim antara musim hujan dan musim kemarau
Itulah beberapa istilah untuk menggambarkan cuaca dalam bahasa Sunda yang harus terus dilestarikan.
Editor : Dede Imran