Sukabumi Update

12 Pepatah Leluhur Sunda Soal Pernikahan, Runtut Raut Sauyunan

Ilustrasi - Keluarga Sunda (Sumber : AI chatGPT)

SUKABUMIUPDATE.com - Bagi masyarakat Sunda, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan yang saling mencintai. Lebih dari itu, pernikahan dipandang sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, tanggung jawab, serta kemampuan untuk saling memahami.

Tak heran jika para karuhun Sunda mewariskan banyak pepatah dan nasihat yang menjadi pedoman dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Berikut adalah beberapa pepatah yang sarat akan makna kehidupan berumah tangga dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Bingah Hingga Atoh, Ini Kata-kata Dalam Bahasa Sunda yang Punya Arti Kebahagian

1. Silih asih, silih asah, silih asuh

Artinya: saling menyayangi, saling mengingatkan dan memperbaiki diri, serta saling membimbing satu sama lain agar menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Silih pihapekeun diri

Artinya: saling mempercayakan diri seutuhnya kepada pasangan dalam mengarungi kehidupan.

3. Silih tutupan dina kakurangan

Artinya: suami dan istri harus bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing.

4. Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak

Artinya: selalu seiya sekata, kompak, dan bersama-sama dalam menghadapi suka maupun duka dalam kehidupan rumah tangga.

Baca Juga: 20 Istilah Cuaca Bahasa Sunda, Cara Sesepuh Menyebut Kondisi Alam dan Fenomena Langit

5. Runtut raut sauyunan, sareundeuk saigel sabobot sapihanean

Artinya: hidup rukun, kompak, dan sejalan dalam memikul beban serta tanggung jawab keluarga.

6. Kawin mah lain ngan ukur ngahijikeun dua jalma, tapi ngahijikeun dua kulawarga.

Artinya: Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan dua keluarga. Orang Sunda memandang pernikahan sebagai ikatan sosial yang lebih luas daripada sekadar hubungan suami istri.

7. Ulah gedé hulu, gedé kayuh.

Artinya: Jangan besar kepala dan merasa paling benar. Dalam rumah tangga diperlukan kerendahan hati dan kemampuan mengendalikan ego.

8. Ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian.

Artinya: Jangan saling berebut kedudukan. Dalam rumah tangga tidak perlu saling mendominasi, tetapi saling melengkapi.

9. Hade goreng ku omong, goreng hade ku omong.

Artinya: Yang baik bisa menjadi buruk karena ucapan, yang buruk bisa menjadi baik karena ucapan. Komunikasi adalah kunci dalam rumah tangga.

10. Sauyunan téh leuwih mahal tibatan kabeungharan.

Artinya: Kerukunan lebih berharga daripada kekayaan. Kebahagiaan keluarga tidak selalu ditentukan oleh harta.

11. Rumah tangga ibarat ngarakit parahu, kudu sabar jeung taliti.

Artinya: Rumah tangga seperti merakit perahu, harus sabar dan teliti. Kehidupan pernikahan membutuhkan proses dan kesabaran.

12. Nu penting lain néangan nu sampurna, tapi daék silih nyampurnakeun.

Artinya: Yang penting bukan mencari pasangan yang sempurna, melainkan bersedia saling menyempurnakan.

Editor : Dede Imran

Tags :
BERITA TERKAIT