SUKABUMIUPDATE.com - Dalam budaya Sunda, sosok pemimpin ideal tidak hanya dinilai dari kekuasaan atau kedudukannya, tetapi juga dari kebijaksanaan, keteladanan, kejujuran, dan kepeduliannya kepada rakyat.
Karena itu, banyak paribasa, babasan, dan pepeling Sunda yang berisi nasihat untuk seorang pemimpin agar bisa berlaku adil dan bijaksana.
Berikut beberapa pepatah leluhur Sunda yang cocok untuk para pemimpin dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: 12 Pepatah Leluhur Sunda Soal Pernikahan, Runtut Raut Sauyunan
1. Kudu nyantri, nyakola, nyunda
Artinya: Harus mengerti agama, berilmu, dan memahami budaya Sunda. Seorang pemimpin ideal harus memiliki moral yang baik, wawasan yang luas, serta memahami adat dan budaya masyarakatnya.
2. Nyaur kudu diukur, nyabda kudu diunggang
Artinya: Berbicara harus dipertimbangkan, berjanji harus ditepati. Pemimpin harus berhati-hati dalam berbicara dan bertanggung jawab atas ucapannya.
3. Hade ku omong, hade ku lampah
Artinya: Baik dalam perkataan, baik pula dalam perbuatan. Pemimpin harus menjadi teladan, bukan hanya pandai berbicara.
4. Ulah ngukur baju sasereg awak
Artinya: Jangan mengukur baju hanya berdasarkan tubuh sendiri. Pemimpin tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi harus memahami kebutuhan banyak orang.
5. Ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian
Artinya: Jangan saling berebut kedudukan. Kepemimpinan bukan soal ambisi jabatan, melainkan soal pengabdian.
6. Kudu bisa jadi tangkal panyalindungan
Artinya: Harus mampu menjadi pohon tempat berlindung. Pemimpin harus melindungi dan mengayomi rakyatnya.
7. Tong ngukur batur ku awak sorangan
Artinya: Jangan mengukur orang lain dengan ukuran diri sendiri. Pemimpin harus adil dan mampu memahami kondisi masyarakat yang beragam.
8. Caina herang laukna beunang
Artinya: Airnya tetap jernih, ikannya tetap tertangkap. Masalah dapat diselesaikan tanpa merusak keadaan yang baik. Ini adalah salah satu prinsip kepemimpinan Sunda yang sangat terkenal.
9. Leuleus jeujeur liat tali
Artinya: Lembut seperti rotan, kuat seperti tali. Pemimpin harus tegas tetapi tidak kasar.
10. Kudu jadi panyawangan nu hadé
Artinya: Harus menjadi contoh yang baik. Pemimpin adalah panutan masyarakat.
11. Silih asih, silih asah, silih asuh
Artinya: Saling menyayangi, saling memberi pengetahuan, dan saling membimbing. Filosofi ini juga berlaku bagi pemimpin dalam membina masyarakat.
12. Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak
Artinya: Gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak. Pemimpin harus menjaga alam dan keseimbangan lingkungan. Nilai ini sangat kuat dalam masyarakat Sunda tradisional.
13. Nu luhur kudu ngaluhurkeun, nu handap kudu ngangkat
Artinya: Yang tinggi harus memuliakan, yang rendah harus diangkat. Pemimpin tidak boleh menindas, tetapi harus memberdayakan rakyatnya.
14. Kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara
Artinya: Harus menjunjung hukum dan menopang negara. Pemimpin wajib taat pada aturan dan menjaga ketertiban.
15. Pamingpin mah lain hayang dilayanan, tapi kudu daék ngalayanan.
Artinya: Pemimpin bukan ingin dilayani, melainkan harus bersedia melayani.
16. Lamun hayang dihormat ku rahayat, mimitina kudu ngahormat ka rahayat.
Artinya: Jika ingin dihormati rakyat, terlebih dahulu harus menghormati rakyat.
17. Nu jadi pamingpin kudu jadi payung keur nu kahujanan, jadi panyawangan keur nu kasasar.
Artinya: Seorang pemimpin harus menjadi payung bagi yang kehujanan dan menjadi penunjuk jalan bagi yang tersesat.
Editor : Dede Imran