Sukabumi Update

Mengenal HTS: Kedekatan Romantis yang Nyaman tapi Penuh Ketidakpastian

Ilustrasi. Mengenal HTS: Kedekatan Romantis yang Nyaman tapi Penuh Ketidakpastian (Sumber : Freepik.com/@rawpixel.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Hubungan Tanpa Status atau lebih dikenal HTS merupakan fenomena kedekatan romantis antara dua individu yang saat ini hadir dalam kehidupan anak muda.

HTS adalah suatu bentuk kedekatan romantis antara dua individu yang bersikap seperti layaknya pasangan kekasih, tapi di dalamnya minim komitmen. Tidak ada ikatan atau komitmen jelas maupun resmi mengenai hubungan yang dijalani oleh mereka.

Fenomena HTS ini tidak muncul begitu saja dan adapun penyebabnya karena adanya rasa takut mengenai komitmen dalam sebuah hubungan, ketidaksiapan untuk hubungan serius, atau lebih ingin menikmati hubungan dengan nyaman tanpa beban status.

Baca Juga: Lirik Lagu 2001x Adrian Khalif, Tentang Pertengkaran dan Cinta dalam Hubungan

Penyebab Terjadinya HTS

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa seseorang atau kedua belah pihak memilih untuk menjalani Hubungan Tanpa Status, padahal bakal dihadapkan dengan situasi tidak jelas. Berikut alasannya:

1. Belum Siap untuk Hubungan Serius

Salah satu penyebab paling umum seseorang ingin HTS, karena mungkin merasa belum siap menghadapi tantangan di dalam hubungan jangka panjang. Selain itu, alasan lainnya adalah belum matang secara emosional.

Hal ini disebabkan hal-hal lain yang ada di dalam kehidupan mereka seperti ingin fokus pada karir, pendidikan, atau pengembangan diri. Namun, mereka menginginkan ada seseorang di dalam hidupnya untuk memberikan perhatian maupun semangat.

2. Ketakutan Akan Komitmen

Selain itu, penyebab lainnya seseorang memilih untuk HTS karena adanya rasa takut atau enggan terikat dalam hubungan serius. Mungkin karena pernah memiliki pengalaman buruk sebelumnya di hubungan atau merasa belum siap untuk berkomitmen.

3. Ingin Kenyamanan Tanpa Beban

Selain itu, penyebab HTS yang mungkin menjadi daya tarik yaitu menawarkan dukungan emosional dan keintiman layaknya pacaran, namun tanpa beban tanggung jawab, kewajiban, ekspektasi, atau tuntutan yang sering kali hadir dalam hubungan berstatus.

Hal tersebut terkadang menjadi beban, sehingga saat ini banyak yang memilih HTS karena seperti zona nyaman bagi sebagian orang. Mereka bisa mendapatkan kenyamanan dan kasih sayang, tanpa harus memikirkan sesuatu yang membebani dalam hubungan.

4. Zona Nyaman atau Fase Transisi

Penyebab terakhir yang membuat orang-orang ingin melakukan HTS, karena bisa menjadi jalan untuk hubungan lebih serius jika hal tersebut digunakan sebagai tahap pengenalan satu sama lain, sebelum akhirnya memasuki hubungan berstatus.

Namun, HTS dapat menjadi jebakan bagi salah satu pihak karena pada awalnya menghadirkan rasa nyaman yang membuatnya enggan untuk lepas, tapi hal tersebut justru menjadi penghambat dalam mengembangkan hubungan ke arah lebih jelas.

Jadi, bisa dikatakan bahwa HTS sebagai hubungan ‘setengah-setengah’, di mana dua individu yang menjalaninya merasakan kedekatan emosional dan fisik, tapi tidak memiliki label, komitmen, atau tanggung jawab seperti hubungan pacaran atau komitmen pada umumnya.

Baca Juga: Terlihat Manis di Awal, Ini Dampak Memiliki Hubungan dengan Orang NPD

Walaupun terkadang HTS berujung pada kebingungan dan kelelahan emosional bagi salah satu atau kedua belah pihak. Karena sering kali menimbulkan dinamika mengenai ketidakpastian arah hubungan.

Bahkan, tidak jarang Hubungan Tanpa Status menyebabkan kebingungan, kecemasan, hingga luka batin bagi individu yang terlibat di dalamnya, meskipun fenomena ini memberikan fleksibilitas dan kenyamanan.

Sumber: Berbagai sumber

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT