SUKABUMIUPDATE.com - Sanghyang Sirah di kawasan Ujung Kulon, Pandeglang, Banten tidak lepas dari cerita-cerita mistis yang menyelimutinya.
Cerita-yang beredar luas menjadi daya tarik tersendiri selain keindahan alam yang dimiliki daratan paling ujung di Barat Pulau Jawa tersebut.
Namun, perlu diingat jika kisah-kisah berikut merupakan bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat, sehingga tidak dapat dipastikan sebagai fakta sejarah.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini daftar cerita misteri yang beredar seputar Sanghyang Sirah, salah satu tempat paling keramat di Pulau Jawa.
Baca Juga: Sanghyang Sirah, Tempat Sakral di Ujung Barat Pulau Jawa yang Sarat Legenda
Goa Sangiang Sirah Ujung Kulon
1. Kepala Pulau Jawa
Cerita yang paling terkenal adalah asal-usul namanya. Dalam bahasa Sunda “Sanghyang” berarti sesuatu yang suci atau sakral dan “Sirah” berarti kepala.
Masyarakat percaya tempat ini merupakan "sirah" atau kepala Pulau Jawa, sedangkan beberapa lokasi lain di pesisir selatan dikaitkan secara simbolis sebagai bagian tubuh lainnya.
Karena dianggap sebagai "kepala" Pulau Jawa, kawasan ini dipercaya memiliki energi spiritual yang kuat.
2. Tempat Berkumpul Para Wali
Cerita yang banyak berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa Sanghyang Sirah pernah menjadi tempat berkumpul para wali dan ulama pada masa awal penyebaran Islam di wilayah Banten.
3. Gua Pertapaan Para Resi
Di kawasan Sanghyang Sirah terdapat sebuah gua alami yang disebut “Sangiang Sirah”. Menurut cerita masyarakat, gua tersebut pernah digunakan oleh para resi, pertapa, tokoh spiritual, hingga para pencari ilmu kebatinan. Karena itu, hingga sekarang masih ada sebagian orang yang datang untuk berziarah atau melakukan laku spiritual sesuai keyakinan masing-masing.
4. Jejak Prabu Siliwangi
Sebagaimana banyak situs tua di Jawa Barat dan Banten, Sanghyang Sirah juga dikaitkan dalam cerita rakyat dengan perjalanan Prabu Siliwangi. Konon, sebelum menghilang (moksa menurut sebagian versi cerita), Prabu Siliwangi pernah singgah di kawasan ini. Beberapa batu di sekitar gua bahkan dipercaya sebagai tempat beliau beristirahat atau bertapa.
5. Batu Sidik Jari Raksasa
Salah satu cerita unik menyebut adanya batu yang memiliki cekungan menyerupai bekas telapak atau sidik jari. Masyarakat memiliki berbagai versi mengenai asal-usulnya. Ada yang percaya bekas tersebut berasal dari Prabu Siliwangi, tokoh sakti, bahkan makhluk gaib penjaga kawasan.
Secara ilmiah, cekungan pada batu kemungkinan besar terbentuk melalui proses pelapukan alami selama ribuan tahun.
6. Mata Air yang Tidak Pernah Kering
Di sekitar kawasan Sanghyang Sirah terdapat mata air yang dipercaya tidak pernah kering meskipun musim kemarau panjang. Dalam cerita masyarakat, air tersebut dianggap membawa keberkahan. Sebagian peziarah membawa pulang airnya karena diyakini memiliki nilai simbolis atau spiritual.
7. Penjaga Gaib Sanghyang Sirah
Inilah cerita yang paling sering diceritakan warga sekitar. Konon kawasan Sanghyang Sirah memiliki "karuhun" atau penjaga gaib. Karena itu masyarakat biasanya mengingatkan pengunjung untuk menjaga ucapan, tidak berkata kasar, tidak merusak alam, tidak mengambil batu atau benda dari lokasi.
8. Suara Gamelan pada Malam Hari
Beberapa warga mengaku pernah mendengar suara gamelan atau alunan musik Sunda dari arah laut atau gua pada malam-malam tertentu. Cerita semacam ini cukup umum dijumpai dalam tradisi lisan di berbagai kawasan pesisir selatan Jawa.
9. Cahaya Misterius di Laut
Ada pula kisah mengenai kemunculan cahaya yang bergerak di atas permukaan laut pada malam hari. Dalam kepercayaan masyarakat, cahaya tersebut kadang dikaitkan dengan makhluk gaib atau pertanda tertentu.
10. Tempat Memohon Keselamatan
Hingga kini, sebagian nelayan dan masyarakat sekitar masih berkunjung ke Sanghyang Sirah sebelum melaut atau pada waktu-waktu tertentu untuk berdoa memohon keselamatan dan kelancaran rezeki.
11. Larangan Bersikap Sembarangan
Ada sejumlah pantangan yang sering disampaikan oleh warga kepada pengunjung, antara lain tidak mengucapkan kata-kata kotor, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak batu atau pepohonan, tidak mengambil benda dari kawasan dan tidak bertindak sombong atau menantang hal-hal gaib.
Terlepas dari unsur mistisnya, pantangan tersebut juga berfungsi sebagai cara masyarakat menjaga kelestarian kawasan alam yang dianggap sakral.
Itulah daftar cerita misteri yang beredar seputar Sanghyang Sirah, salah satu tempat paling keramat di Pulau Jawa.
Editor : Dede Imran